Cergam Bobo: Burung Bertelur Puyuh

  • Senin, 16 April 2018 06:00 WIB

Burung Bertelur Puyuh | Burung Bertelur Puyuh

“Bobo... Bobo... Lihat!” seru Upik sambil berlari-lari. “Ada apa, Pik?” tanya Bobo. Ada sarang burung di pohon kita!” Mereka berdua memanjat pohon jambu dan mengamati sarang burung yang ada di atasnya.

undefined
“Wah, ada telurnya!” teriak Upik kegirangan. “Tunggu! Jangan dipegang!” larang Bobo. “Kenapa, Bo?” tanya Upik bingung. “Nanti dia tidak bisa menetas.” Upik mengangguk-angguk.
undefined
Upik melihat sekantung telur puyuh di dapur. Tiba-tiba dia mendapat ide. “Pasti lucu kalau burung-burung di atas pohon punya anak puyuh,” pikir Upik.
undefined
Diam-diam Upik memanjat pohon sendirian. Dia mengambil telur burung dalam sarang dan menggantinya dengan telur puyuh yang dibawanya. “Nah, sekarang kamu bisa menetaskannya.”
undefined
Upik lalu pergi tidur siang. Dia bermimpi, ada anak-anak puyuh kecil-kecil yang berlajar terbang bersama induk burung. Wah, jadinya lucu sekali. Upik tersenyum dalam tidurnya.
undefined
Bangun tidur, Upik langsung memanjat pohon dan mengamati sarang burung di atasnya. Setiap hari Upik menengok sarang burung itu. Tapi, tidak ada yang berubah. “Kok, lama sekali menetasnya?” pikir Upik.
undefined
Bobo heran melihat Upik yang bolak-balik mengintip sarang burung. “Kenapa, sih, Pik, kamu setiap hari mengintip sarang burung itu?” tanya Bobo. “Aku mau menetaskan puyuh, Bo, tapi enggak bisa-bisa. Kenapa, ya?”
undefined
Bobo ikut mengintip ke dalam sarang, lalu mengambil satu butir telur. Hahaha.... tiba-tiba Bobo tertawa. “Aduh Upik, ini kan telur puyuh matang!” Mata Upik terbelalak, “Haaa... pantas mereka tidak mau menetas!” (Cerita: Vero/Ilustrasi: Rudi)
 

 

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : KUSSUSANI
Editor : KUSSUSANI

KOMENTAR

MOST READ

Janji Ayah

3 hari yang lalu

Misteri PR Matematika

20 jam yang lalu

Kado Peri Ulang Tahun

3 hari yang lalu

Bersyukurlah, Anita!

23 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×