Cergam Bobo: Karena Lengah

  • Jumat, 12 Januari 2018 06:00 WIB

Cergam Bobo: Karena Lengah | Dok. Majalah Bobo

Bobo dan Coreng berjalan-jalan di lapangan rumput. Udara hari itu sebenarnya agak dingin. “Kalau kita jalan cepat-cepat tentu badan menjadi hangat, ya, Bo,” kata Coreng. “Iya,” sahut Bobo. “Lihat, Paman Gembul bermain golf! Aneh, biasanya ia malas berolahraga.”

undefined

Pak! Paman Gembul memukul bola golf, sehingga bola itu melambung tinggi melewati pagar lapangan. “Hebat!” seru Coreng. “Ah, paling-paling bola itu jatuh di kebun wortel,” sahut Bobo. “Sebab bola yang pertama dipukulnya tadi jatuh di kebun wortel.”

undefined

Paman Gembul terkejut melihat Bobo dan Coreng. “Lho, mengapa udara dingin begini berjalan-jalan?” tanya Paman Gembul. “Tadi aku memukul dua buah bola. Tapi bola itu hilang. Maukah kalian membantu mencarinya?” “Ya, ya, bola itu jatuh di kebun wortel!” seru Coreng.

undefined

Paman Gembul mengikuti Bobo dan Coreng yang berjalan menuju ke kebun wortel. Ia menyandang alat-alat golfnya di bahu. Sementara Bobo dan Coreng sibuk mencari bola golf yang hilang. Paman Gembul berpikir, “Ehm aku lebih suka mencari wortel!”

undefined

Tak lama kemudian terdengar suara Bobo dan Coreng kepada Paman Gembul, “Yuhuu! Bolanya kami temukan!” Ketika itu Paman Gembul sedang sibuk menyembunyikan wortel ke dalam tas golfnya. “Hmm, sedap. Nanti malam aku akan makan besar,” pikirnya.

undefined

Bobo dan Coreng memberikan bola golf itu kepada Paman Gembul. “Ho, ho, ho, terima kasih,” kata Paman Gembul. “Kalian memang pencari bola golf yang ulung. Nah, sudah ya, aku mau pulang.” “Lain kali memukulnya yang betul, Paman,” goda Bobo.

undefined

Karena terlalu gembira memikirkan wortel yang baru didapatnya, Paman Gembul menjadi lengah. Ia tersandung, lalu jatuh tersungkur. “Oh, tasku!” teriak Paman Gembul. Berpuluh-puluh wortel yang disembunyikan berhamburan. “Lho, dari mana wortel itu?” tanya Coreng.

undefined

Kebetulan Bapak melihat juga kejadian itu. “Ha, ha, ha, Paman Gembul ini memang nakal,” ujar Bapak, Bobo dan Coreng. “Pasti untuk sementara waktu ini ia tidak mau main golf lagi,” kata Bapak. Bobo dan Coreng Cuma tertawa saja.

Sumber: Arsip Bobo. Cerita: Vero. Ilustrasi: Rudi

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Pino yang Cerdik

4 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×