Paman Kikuk, Husin dan Asta: Kaleng Pembawa Sial

  • Rabu, 13 September 2017 18:00 WIB

Kaleng Pembawa Sial | Kaleng Pembawa Sial

Sore itu cuaca terik sekali. Paman Kikuk yang baru pulang dari kantornya sangat kehausan. Dia segera masuk ke minimarket di depan komplek dan membeli sekaleng minuman soda yang dingin. Hmm, pasti segar sekali!

undefined
Sambil iseng, Paman Kikuk mengocok kaleng minumannya. Ceprot! Buih soda pun muncrat ketika tutup kaleng dibuka.
Ups, tetapi… buih itu mengenai baju seorang nenek yang hendak masuk ke minimarket!
undefined
 “Huh, dasar ceroboh! Lihat ini, bajuku jadi basah!” marah si nenek sambil memukul Paman Kikuk dengan payungnya.
“Ampuun, Nek!” teriak Paman Kikuk sambil berlari menghindar ke jalan raya.   
undefined
Diiin… diiin! Sebuah motor hampir saja menabrak Paman Kikuk. Brukkk… Paman Kikuk jatuh terjerembab.
Kaleng minuman di tangannya terlepas dan tumpah. Ugh, Paman Kikuk menatap kaleng itu kesal.
undefined
Klontang! Sambil menggerutu, Paman Kikuk menendang kaleng itu. Pletak! Rupanya, kaleng itu mengenai kepala seorang petugas kebersihan.
Astaga, Paman kikuk ketakutan saat petugas itu berjalan menghampirinya.  
undefined
“Maaf, Pak, saya enggak sengaja!” ujar Paman Kikuk gemetar. “Buang kaleng ini ke tempat sampah!” nasihat Pak Petugas Kebersihan.
Paman Kikuk segera mengambil kaleng itu dan bergegas pulang ke rumahnya.
undefined
 Paman Kikuk hendak membuang kaleng itu ke tong sampah dekat rumahnya, tetapi…  
“Om, minta kalengnya buat mainan kami!” pinta segerombolan anak-anak kampung. “Ambil saja!” sahut Paman Kikuk.
undefined
Paman Kikuk masuk ke halaman rumahnya dengan wajah lega. Tiba-tiba, prang!
Vas bunga di teras pecah terkena lemparan kaleng yang dimainkan anak-anak kampung.
Ya ampuuun, lagi-lagi kaleng itu membawa sial!
 (Cerita: Dwi/Ilustrasi : Sabariman R.) 

 

 

 

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : KUSSUSANI
Editor : KUSSUSANI

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Surat Perpisahan

3 hari yang lalu

Tiga Tangkai Mawar

22 jam yang lalu

Bintang Pensi

2 hari yang lalu

Mengomel Bersama

3 hari yang lalu

Ayah Pulang

2 hari yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

20 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×