Paman Kikuk, Husin dan Asta: Naik Kereta Listrik

  • Jumat, 13 April 2018 18:00 WIB

Naik Kereta Listrik | Naik Kereta Listrik

“Angkutan umum sekarang banyak dimasuki preman. Kita mesti hati-hati, Sin,” ujar Paman Kikuk menasihati Husin sebelum berangkat kerja. “Ingat, ya, waspada!”

undefined
Sejak harga bensin naik, Paman Kikuk ke kantor naik kereta listrik. Sejak baca berita kriminal, Paman Kikuk menjadi sangat waspada. Dia tajamkan mata dan telinganya.
undefined
 Saat antre pun Paman Kikuk bersiaga. Dia melirik ke kanan dan kiri, mengamati gerak-gerik orang yang menurutnya mencurigakan. Dia berdiri dengan sikap kuda-kuda silat.
undefined
Seorang pengantre mengulurkan uang untuk membeli koran. Tangannya bergerak di samping tubuh Paman Kikuk. Dengan sigap, Paman Kikuk menepis tangan orang itu.
undefined
 “Apaan, sih, Pak?” protes pengantre itu. “Maju, Pak,” pengantre lain mencolek pundak Paman Kikuk. Paman Kikuk dengan cepat berguling ke depan menghindari colekan.
undefined
Orang-orang bingung melihat ulah Paman Kikuk. Beberapa terkikik geli. Paman Kikuk tak peduli. Dia buru-buru membeli tiket dan bergegas masuk kereta listrik.
undefined
 Kereta listrik pagi itu penuh sesak. Penumpang berdiri berdesakan. Karena perjalanan cukup lama, Paman Kikuk mengantuk. Tiba-tiba puncaknya ditepuk, “Pak, ti....”
undefined
Paman Kikuk langsung menangkap tangan orang yang menepuk pundaknya lalu membantingnya. Orang-orang di gerbong itu terkejut semua, tapi Paman Kikuk lebih kaget lagi. Tahu kenapa? (Cerita: Joko S.P./Ilustrasi: sabariman) 
 

 

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : KUSSUSANI
Editor : KUSSUSANI

KOMENTAR

MOST READ

Janji Ayah

3 hari yang lalu

Misteri PR Matematika

20 jam yang lalu

Kado Peri Ulang Tahun

3 hari yang lalu

Bersyukurlah, Anita!

23 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×