Bullhead Si Pemburu Siluman Lembah

  • Kamis, 12 April 2018 20:00 WIB

Nenek itu membawa keranjang yang sangat besar di punggungnya sampai ia harus sangat membungkuk.

 

Dahulu kala, ada seorang pemburu yang tinggal di puncak gunung tinggi. Tubuhnya besar dan kuat seperti tiga orang pemburu. Kepalanya besar sehingga ia dijuluki Bullhead yang berarti kepala banteng. Karena bentuk kepalanya yang besar, Bullhead agak malu bertemu banyak orang.

Walau wajahnya tidak tampan, Bullhead berhati baik. Ia ingin menggunakan kekuatannya untuk membantu warga desa di kaki gunung itu. Bullhead tahu, warga desa di kaki gunung tempat tinggalnya itu, sering diganggu siluman-siluman lembah. Desa itu bahkan mulai kosong ditinggalkan banyak warganya.

Pada suatu hari, Bulldhead turun dari gunung tempat tinggalnya. Ia berjalan cukup jauh sampai ke tepi hutan di kaki gunung. Di situ, ia bertemu seorang pemuda desa yang pendiam. Mereka pun berkenalan. Pemuda itu bernama si Sunyi. Bullhead mengajak Sunyi untuk menemaninya melawan para siluman. Sunyi cuma mengangguk setuju.  

Tak lama kemudian, mereka bertemu pemuda lain yang berwajah pucat. Namanya memang si Pucat. Bullhead mengajaknya untuk melawan siluman. Si Pucat setuju. Mereka bertiga lalu terus berjalan ke hutan. Di tengah hutan, mereka beristirahat di bawah pohon oak.

Saat beristirahat, mereka melihat seorang pemuda duduk di dahan pohon itu. Mereka menyuruhnya turun dan berkenalan. Namanya si Penyendiri . Ia setuju ketika Bullhead mengajaknya bergabung untuk melawan siluman.  

Setelah melewati hutan, keempat pemuda itu tiba di lembah. Mereka melihat sebuah gubuk terlantar. Mereka mendatangi gubuk itu dan mengetuk pintunya,  namun tak ada yang membukanya. Yang terdengar hanya bunyi lenguhan sapi liar dari arah lembah.

Ternyata gubuk itu kosong. Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk tinggal di gubuk itu sementara. Sambil mencari tahu, dimana tempat tinggal para siluman yang sering mengganggu penduduk desa.

Mereka pun berbagi tugas. Setiap hari, tiga orang dari mereka akan berburu. Satu orang akan tinggal untuk menyiapkan makanan. Juga mengambil susu dari sapi-sapi yang mereka temukan di lembah.  

Suatu hari, si Pendiam mendapat tugas menjaga rumah dan memasak. Ia menyalakan api dan memasak sepanci sup daging. Ia juga menyiapkan yoghurt yang terbuat dari susu sapi.

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Kain Lap yang Hilang

18 jam yang lalu

Cerita

Usahawan Cilik

23 jam yang lalu

Cerita

Naik Kereta Tebu Berhantu

15 jam yang lalu

Cerita

Tiga Tangkai Mawar

23 menit yang lalu

Cerita

Uang Temuan

2 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Nama yang Bagus

3 hari yang lalu

Kain Lap yang Hilang

18 jam yang lalu

Maaf, Mbok!

2 hari yang lalu

Rumah Nomor 6

2 hari yang lalu

Tiga Sekawan dan Seekor Sapi

3 hari yang lalu

Sesudah Suatu Kegagalan

1 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×