Catur Gaib

  • Sabtu, 25 November 2017 20:00 WIB

Begitu melihat Ota, kedua anak itu langsung berhenti dan mulai berbisik-bisik.

“Jangan coba-coba, deh, main catur melawan Ota,” kata Luna saat melihat Kiria

menyusun papan catur di atas meja depan Ota.

“Kenapa?”

“Kecil-kecil begitu, Ota jagonya minta ampun. Malah dia sudah terpilih mewakili sekolah kita dalam pertandingan catur antar sekolah tahun ini. Pasti kamu kalah,” kata Luna.

“Aah, masa sih?” Kiria melirik Ota, bocah kelas 2 SD itu, dengan tatapan tak percaya.

Sepuluh menit kemudian, Kiria membanting pionnya dengan kesal saat kuda Ota melahap Rajanya.

***

“Kok, dibuang, Ta?” seru Luna kaget saat melihat Ota memasukan caturnya ke dalam tong sampah. Ota menoleh dan menatap kakaknya dengan cemberut.

“Ota tidak mau main catur lagi!” gumamnya.

“Kenapa?” tanya Luna. “Pertandingan catur kan sudah dekat!”

“Enggak! Pokoknya Ota nggak mau ikut pertandingan catur!” Ota menggeleng kuat-kuat dengan sedih.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Calon Ratu Peri Bunga

12 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Nasihat Iko

15 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Menjadi Bi Iyah

18 jam yang lalu

Cerita

Cergam Bona: Telur Maleo

11 jam yang lalu

MOST READ

Misteri Raja Kucing

2 hari yang lalu

Misteri PR Matematika

3 hari yang lalu

Pengamen Itu Neneknya Ira

2 hari yang lalu

Calon Ratu Peri Bunga

12 jam yang lalu

Yang Terbaik

3 hari yang lalu

Cergam Bobo: Lempar Cherry

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×