Misteri Telur Komodo yang Hilang

  • Kamis, 28 Desember 2017 20:00 WIB

Misteri Telur Komodo yang Hilang | Dok. Majalah Bobo

Mario merasa senang sekaligus deg-degan. Sebagai anak paling kecil dari tiga bersaudara, Mario sering dianggap remeh. Kedua kakaknya malah membuat klub detektif Dua Serangkai tanpa mengajaknya. Namun, setelah terus membujuk kakak-kakak Mario - Deni dan Lina - Mario diizinkan ikut penyelidikan Misteri

Telur Komodo yang Hilang. Telur komodo? Ya, Deni, Lina, dan Mario baru-baru ini diajak berlibur ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Sepulang dari sana, Deni malah menunjukkan sebutir telur. Katanya itu telur komodo yang diam-diam diambilnya di Pulau Rinca. Mereka bertiga lalu menguburkannya di halaman rumah.

Telur komodo itu berukuran besar. Sebesar telur angsa. Kata Deni telur itu akan menetas pada bulan Maret atau April. Namun, tiba-tiba, telur itu hilang. Paniklah mereka! Mereka harus bisa menemukan telur komodo itu sebelum telur itu menetas.

Sekarang, Mario sedang menyelidiki daerah tempat telur itu dikubur dengan saksama. Kakak-kakaknya mulai merasa bosan menungguinya memeriksa setiap jengkal halaman rumah mereka.

“Duh, lama sekali, sih, kamu Mario. Kamu gak lihat, itu ada sobekan kain kotak-kotak di semak,” kata Lina, setengah tidak sabaran. Jarinya menunjuk secarik kain yang tergantung di semak bugenvil di samping tempat mereka mengubur telur itu.

“Iya, bagaimana mau masuk Dua Serangkai, kalau lihat petunjuk sobekan kain saja tidak bisa,” tukas Deni.

“Eh iya…” sahut Mario malu-malu. Dari tadi memang dia lebih memperhatikan tanah, bukan semak-semak. Diambilnya sobekan kain kotak-kotak itu. “Mmmh… berarti si pencuri telur memakai baju kotak-kotak, ya,” lanjut Mario. “Eh, tapi…”

“Tapi apa? Sudah jelas pencurinya pakai baju kotak- kotak,” jawab Lina.

“Aku cuma bingung, kenapa letak sobekan kain itu ada di situ ya? Kan, si pencuri harus menunduk buat mengambil telur. Letak sobekan kain itu terlalu tinggi,” papar Mario.

Deni dan Lina saling berpandangan. Wah, benar juga kata Mario.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Misteri Rumah di Rawa Kappa

11 jam yang lalu

Cerita

Kan Kusediakan Waktu

14 jam yang lalu

Cerita

Akibat Saling Mengalah

19 jam yang lalu

Cerita

Burung Biru

16 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Segudang Info

22 jam yang lalu

MOST READ

Adikku Manis

3 hari yang lalu

Misteri Rumah di Rawa Kappa

11 jam yang lalu

Diuji dengan Mimpi

2 hari yang lalu

Kan Kusediakan Waktu

14 jam yang lalu

Ketika Dihukum Mama

2 hari yang lalu

Nekomata dan Peluru ke-13

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×