Satu Malam di Baduy

  • Senin, 8 Januari 2018 20:00 WIB

Satu malam di Baduy | Dok. Majalah Bobo

Rico memandang ke kegelapan pekat di hadapannya.

“Hyuuuu… shushuhshush…” Angin berbisik-bisik di luar rumah Darpin, rumah penduduk tempatnya menginap di Baduy.

“Ah, sama angin saja takut!” omel Rico di dalam hati, “Apa kata teman-temanku di sekolah?”

Ya, Rico memang tergolong anak yang pemberani. Bahkan, terlalu berani. Badannya besar dan kuat. Ia suka menakut-nakuti teman-temannya di sekolah. Bayangkan, Rico pernah mengunci Dito dan Satria di dalam kamar mandi sekolah yang terkenal angker dan menakut-nakuti mereka dengan mematikan lampu dan memainkan rekaman kaset suara bisik-bisik misterius. Whuaaahh… Dito dan Satria menjerit-jerit ketakutan. Bahkan sampai pucat pasi dan menangis!

Karena semua teman-temannya takut kepadanya, Rico pun makin semena-mena dan bersikap sok jagoan. Segala aturan dengan berani dilanggarnya. Seperti siang ini di Baduy Luar.

Baduy Luar itu sebetulnya lebih terbuka dan lebih sedikit aturan daripada Baduy Dalam. Misalnya, di Baduy Dalam, pengunjung tidak boleh memotret. Nah, di Baduy Luar sebetulnya boleh-boleh saja. Tapi ada satu rumah yang tidak boleh dipotret. Yaitu rumah Kokolot atau kepala dusun. Katanya, nenek moyang atau leluhur Baduy tidak ingin diganggu. Wah, bukan Rico, jagoan kelas IVA, kalau tidak mencoba memotret.

Setelah menoleh kiri-kanan untuk memastikan tidak ada orang di sekitarnya, Rico mengeluarkan kamera digitalnya. Ditekannya tombol untuk memotret. Klik. Dahi Rico berkerut bingung. Tombolnya seperti ada yang tertahan. Hasil fotonya juga tidak ada. Rico mencoba lagi. Klik. Tetap tidak bisa. Klik, klik, klik. Nihil.

“Seeerrr…” Angin mendesau, menerpa Rico yang tiba-tiba merinding. Tapi dibulatkannya tekadnya dan ia mencoba sekali lagi.

“Klik. Cekrek!” Sinar blitz memancar menyinari rumah Kokolot.

Akhirnya, berhasil juga! Rico melihat hasil potretnya. Tampak sebuah rumah Kokolot, rumah kecil dari bambu yang sudah reyot sekali. Sama seperti rumah Kokolot di hadapannya. Tidak ada keganjilan sama sekali.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Misteri Rumah di Rawa Kappa

13 jam yang lalu

Cerita

Kan Kusediakan Waktu

16 jam yang lalu

Cerita

Akibat Saling Mengalah

21 jam yang lalu

Cerita

Burung Biru

18 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Segudang Info

24 jam yang lalu

MOST READ

Adikku Manis

3 hari yang lalu

Misteri Rumah di Rawa Kappa

13 jam yang lalu

Diuji dengan Mimpi

2 hari yang lalu

Kan Kusediakan Waktu

16 jam yang lalu

Ketika Dihukum Mama

2 hari yang lalu

Akibat Saling Mengalah

21 jam yang lalu

Putri Gembala Angsa (Bag 2)

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×