Sepucuk Surat Dalam Botol

  • Kamis, 11 Januari 2018 20:00 WIB

Ota menyerahkan surat itu kepada Luna. Luna meraih dan hendak membacanya. | Dok. Majalah Bobo

“Apa rencana kita hari ini?” tanya Luna sambil membuka jendela dan menarik napas panjang.

“Uhuk! Uhuk!” ia terbatuk-batuk. Olala... Ternyata ada banyak asap masuk.

“Haaaahh? Kebakaran, ya?” tanya Ota panik.

“Bukan. Itu berasal dari rumah makan Itali di belakang,” jelas Taras. “Pizza mereka masih dimasak di dalam pemanggang tradisional. Jadi masih pakai cerobong asap. Naah, kalau arah angin sedang seperti ini, asapnya memang sering lari ke sini.”

Kiria ikut terbatuk-batuk. “Kalau begitu, kita pergi saja, yuk!”

“Yuuuk! Kita ke pantai!” ajak Luna.

“Aaaasssyiiikkkk!” seru Kiria. Mereka semua berlari menuju laut.

“Kaaak! Tunggu, dong!” seru Ota keras. Ia berlari menyusul kakaknya, Luna. Namun Luna dan Kiria sudah cukup jauh ke tengah.

“Kaaak! Ota takut kalau terlalu ke tengah laut!” protes Ota.

“Kalau begitu, kamu main sendiri saja. Kan sudah gede, masa harus ditemani terus?” teriak Luna.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Pino yang Cerdik

4 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×