Sepucuk Surat Dalam Botol

  • Selasa, 20 Maret 2018 16:30 WIB

Ota menyerahkan surat itu kepada Luna. Luna meraih dan hendak membacanya. | Dok. Majalah Bobo

“Apa rencana kita hari ini?” tanya Luna sambil membuka jendela dan menarik napas panjang.

“Uhuk! Uhuk!” ia terbatuk-batuk. Olala... Ternyata ada banyak asap masuk.

“Haaaahh? Kebakaran, ya?” tanya Ota panik.

“Bukan. Itu berasal dari rumah makan Itali di belakang,” jelas Taras. “Pizza mereka masih dimasak di dalam pemanggang tradisional. Jadi masih pakai cerobong asap. Naah, kalau arah angin sedang seperti ini, asapnya memang sering lari ke sini.”

Kiria ikut terbatuk-batuk. “Kalau begitu, kita pergi saja, yuk!”

“Yuuuk! Kita ke pantai!” ajak Luna.

“Aaaasssyiiikkkk!” seru Kiria. Mereka semua berlari menuju laut.

“Kaaak! Tunggu, dong!” seru Ota keras. Ia berlari menyusul kakaknya, Luna. Namun Luna dan Kiria sudah cukup jauh ke tengah.

“Kaaak! Ota takut kalau terlalu ke tengah laut!” protes Ota.

“Kalau begitu, kamu main sendiri saja. Kan sudah gede, masa harus ditemani terus?” teriak Luna.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

IQ Rendah Tidak Masalah

9 menit yang lalu

Cerita

Naik Kereta Tebu Berhantu

21 jam yang lalu

Cerita

Tiga Tangkai Mawar

6 jam yang lalu

Cerita

Uang Temuan

8 jam yang lalu

Cerita

Pelajaran Mengarang

5 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Nama yang Bagus

3 hari yang lalu

IQ Rendah Tidak Masalah

9 menit yang lalu

Kain Lap yang Hilang

24 jam yang lalu

Maaf, Mbok!

2 hari yang lalu

Rumah Nomor 6

2 hari yang lalu

Tiga Sekawan dan Seekor Sapi

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×