Tengu Si Penghuni Hutan Haguro

  • Jumat, 15 September 2017 16:30 WIB

Tengu si Penghuni Hutan Haguro | Ilustrasi: Dhian

“Kamu sedang berpikir, kamu harus memikirkan hal lain.”

“Kamu sedang berpikir, temanmu Kinu yang tinggal di desa, punya adik baru sekarang.”

“Kamu sedang berpikir, Kinu tidak terlalu suka punya adik baru. Dan Kinu cuma cerita hal ini padamu saja.”  

“Kamu sedang berpikir, di rumah, kamu punya kotak hitam milik nenekmu dulu. Di dalamnya ada pita rambut yang masih terikat. Dan kamu ingin membukanya.”

Tengu terus berbicara dengan cepat. Matanya melotot semakin besar, dan ia melangkah semakin dekat pada Otama.

“Kamu sedang pikir, kamu tak tahu harus berpikir apa lagi.” 

Kali ini, Tengu sudah dekat sekali dan akan menarik Otama.   

Otama sangat ketakutan. Wajahnya pucat. Saat itu, tangannya refleks mengambil kayu di tumpukan kayu bakar. Kayu itu dilemparnya dan mengenai hidung Tengu.

Tengu betul-betul terkejut. Bukan karena hidungnya kesakitan kena kayu. Namun karena ia tidak menduga Otama akan melemparinya kayu.

“Selama ini, aku pikir, karena aku bisa membaca pikiran manusia, maka aku bisa tahu apa yang akan manusia lakukan. Tetapi ternyata ada manusia yang melakukan sesuatu tanpa memikirkannya sebelumnya. Ternyata, manusia tidak bodoh seperti yang aku kira selama ini.”

Sumber : Dok. Majalah Bobo / Folkore

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Putri Berambut Kaca

2 hari yang lalu

Tiga Tangkai Mawar

3 hari yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

3 hari yang lalu

Bekal Makan Siang

3 hari yang lalu

Benarkah Agus Anak Berandal?

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×