Tengu Si Penghuni Hutan Haguro

  • Jumat, 15 September 2017 16:30 WIB

Tengu si Penghuni Hutan Haguro | Ilustrasi: Dhian

Melihat Tengu yang tertegun, Otama bersiap-siap lari. Ia mengira Tengu akan sangat marah. Namun, Tengu malah tersenyum dan berkata,

“Kamu betul-betul gadis pintar. Aku semakin suka padamu. Sayangnya, karena aku kalah  dalam permainan ini, aku tidak akan membawa kamu. Aku harus menepati janjiku.”

Tengu bersiap akan pergi. Namun, ia lalu menatap Otama lagi sambil memikirkan sesuatu. Ia lalu berkata lagi,

“Seperti kataku tadi, kamu betul-betul gadis yang berbeda. Kamu pemberani dan pintar. Aku akan memberimu sedikit kehebatan tengu padamu. Syaratnya, kamu tidak boleh menceritakan pertemuan ini pada siapapun.”

Otama hanya mengangguk, karena tak tahu harus berkata apa.

“Tengu bisa membaca pikiran manusia. Kamu pun bisa. Mulailah berlatih dengan menatap wajah orang lekat-lekat. Kamu akan tahu apa yang mereka pikirkan, hanya dengan melihat ekspresi wajah mereka. Cobalah! Itu akan sangat berguna.”

Tengu sekali lagi menatap Otama dengan rasa menyesal karena tak bisa membawanya pergi. Ia lalu menggerakkan sayapnya dan berkata,

“Ayahmu sudah datang!” Ia lalu terbang ke angkasa dan menghilang di antara pucuk-pucuk pohon. Ranting-ranting pepohonan itu masih bergerak ketika terdengar langkah kaki ayah Otama. 

“Otama, kenapa kamu ada di sini? Itu tadi tengu, kan? Apa dia menyakitimu?” seru ayah Otama sambil berlari cemas menghampiri Otama.

Otama tersenyum lega dan memeluk ayahnya. “Ayah! Syukurlah Ayah sudah datang. Tengu tadi baik. Aku tidak takut.”

Sumber : Dok. Majalah Bobo / Folkore

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Putri Berambut Kaca

2 hari yang lalu

Tiga Tangkai Mawar

3 hari yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

3 hari yang lalu

Bekal Makan Siang

3 hari yang lalu

Benarkah Agus Anak Berandal?

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×