Kamar Nomor 18

  • Sabtu, 14 April 2018 09:00 WIB

Kamar nomor 18 | Dok. Majalah Bobo / Joko

Runi dan Rudi baru saja pindah ke sebuah rumah tua milik Datuk. Datuk adalah kakek dari Bu Dini, ibu Runi dan Rudi. Rumah ini memiliki 17 kamar. Ada 7 kamar di lantai bawah, dan 10 kamar di lantai atas. Angka 17 mencerminkan tanggal kemerdekaan Indonesia. Ya, Datuk adalah seorang yang cinta tanah air.

“Rudi, sini ikut Datuk. Kamu pasti suka kamar yang ini,” kata Datuk sambil memegang tangan Rudi.

“Eh, tapi, aku, kan, sudah punya kamar sendiri,” sanggah Rudi.

“Di rumah ini masing-masing boleh memiliki 2 atau 3 kamar,” kata Datuk.

“O iya, benar! Di rumah ini, kan, ada 17 kamar,” sahut Rudi sambil tertawa.

Datuk berjalan tertatih-tatih menuju tangga. Biasanya Datuk berjalan dibantu dengan tongkat. Datuk sudah tidak muda lagi. Kali ini, Rudi yang menjadi tongkatnya. Rudi menuntun Datuk ke arah yang Datuk tunjukkan. Mereka menuju ke sebuah kamar di lantai 2.

Semua kamar di rumah Datuk dilengkapi dengan tempat tidur, kasur, meja, dan lemari. Demikian pula dengan kamar yang didatangi Datuk dan Rudi ini. Bedanya kamar ini memiliki lemari yang besar sekali.

“Wah, besar sekali lemarinya. Bisa untuk main petak umpet,” kata Rudi dalam hati.

“Duh, Datuk capek. Kita duduk sebentar, ya. Setelah itu, baru kita masuk dalam lemari,” ucap Datuk.

“Aku tadi berpikir lemari ini besar sekali sampai bisa untuk main petak umpet. Datuk mau main petak umpet, ya? Ha ha ha,” tanggap Rudi sambil tertawa.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Janji Ayah

3 hari yang lalu

Misteri PR Matematika

20 jam yang lalu

Kado Peri Ulang Tahun

3 hari yang lalu

Bersyukurlah, Anita!

23 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×