Kan Kusediakan Waktu

  • Rabu, 13 September 2017 17:00 WIB

Kan Kusediakan Waktu | Dok. Majalah Bobo

"Oh ... iya!" Aku menepuk dahiku. "Nanti malam Mbak harus membuat laporan rapat tadi siang."

Aya meninggalkanku dengan kecewa. Tak tega aku melihatnya. Tetapi, bagaimana lagi!

"Karin," Mama menegurku."Jangan mengecewakan adikmu terus menerus, dong!"

"Bukan maksud Karin, Ma," sahutku.

"Mama mengerti," ujar Mama. "Mama senang kau ikut banyak kegiatan. Tapi Mama lebih senang kalau kau juga punya waktu luang untuk adikmu. Jangan sampai kau melupakannya!"

Ah, Mama ada-ada saja! Tentu saja aku tak melupakan Aya! Dia, kan, adikku satu-satunya. Aku sayang padanya!

Sering sekali Mama mengada-ada. Masa, Mama pernah mengusulkan agar aku mengajak Aya ke tempat les piano dan tari Bali. Itu, kan, hanya merepotkanku saja. Apalagi kalau mengajaknya renang. Uh, bisa-bisa waktuku habis untuk mengawasinya!

Kadang-kadang aku sadar Aya kesepian. Tetapi dia terlalu kecil untuk jadi teman bermainku. Bila hari Minggu, aku lebih suka bermain-main dengan teman-teman sebayaku. Padahal aku tahu Aya ingin berada di dekatku. Aya begitu bangga padaku.

Ah, memikirkan Aya, aku jadi sedih. Sepulang les, aku berjanji akan menemaninya mengerjakan PR.

Bukan Aya yang kujumpai ketika pulang, melainkan sehelai surat di meja belajarku. Gemetar juga aku membacanya.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Putri Berambut Kaca

2 hari yang lalu

Tiga Tangkai Mawar

3 hari yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

3 hari yang lalu

Bekal Makan Siang

3 hari yang lalu

Benarkah Agus Anak Berandal?

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×