Ketika Pompa Air Rusak

  • Minggu, 14 Januari 2018 17:00 WIB

Ketika Pompa Rusak | Dok. Majalah Bobo

Hari baru pukul lima pagi, tetapi suasana di rumah keluarga Sutrisno sudah ramai.

"Berhubung pompa air rusak, air untuk mandi terpaksa dijatah. Masing-masing boleh memakai air seember untuk mandi pagi ini!" demikian pengumuman yang diberikan Ibu.

"Mudah-mudahan nanti siang Pak Mus bisa datang memperbaikinya dan nanti sore keadaan sudah seperti biasa!" tambah Ayah.

Kak Lisa yang sedang sibuk menyelesaikan tugas gambarnya dengan cat air berkata, "Tak apalah sekali-kali mandi dengan air seember. Namanya juga keadaan darurat. Aku mandi paling belakang. Yang penting gambar ini selesai dulu!"

Roni si bungsu sudah membawa handuk dan pakaian dalam. Ia baru kelas nol dan dengan mata masih mengantuk duduk di bangku menunggu perintah ibu atau kakak-kakaknya. Yang paling ribut adalah Rosa ,yang biasa disebut "Nenek Lampir" karena paling cerewet.

"Mana bisa mandi cuma seember? Memangnya mandi pasfoto. Tidak mungkin bisa bersih. Orang ke sekolah, kan, maunya segar dan bersih. Kalau airnya kurang mana bisa bersih?" la mulai mengomel.

"Dasar  cerewet! Namanya juga keadaan darurat. Harus bisa menyesuaikan diri, dong!" seru Edi,  si sulung yang sudah kelas 3 SMP.

"Biar, aku tidak usah sekolah saja. Buat apa pergi ke sekolah kalau badan tidak bersih?" Rosa mulai ngambek.

"Bu, aku boleh mandi duluan?" tanya Roni.

"Ya, ya, masuklah. Pakai air yang di ember hijau itu, ya? Guyur satu gayung, lalu sabuni badanmu!' pesan Ibu. Roni segera masuk ke kamar mandi.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Rumah di Rawa Kappa

2 hari yang lalu

Hantu Pencopet

18 jam yang lalu

Diuji dengan Mimpi

3 hari yang lalu

Kan Kusediakan Waktu

2 hari yang lalu

Ketika Dihukum Mama

3 hari yang lalu

Akibat Saling Mengalah

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×