Tumpeng untuk Nenek Sumirah

  • Selasa, 13 Februari 2018 17:00 WIB

Tumpeng Nenek Sumirah | Dok. Majalah Bobo

Nina masuk ke ruang tamu Nek Sumirah yang kecil. Nek Sumirah sudah berdandan rapi.

"Sampaikan terima kasih Nenek pada ibumu. Sebetulnya tak usah repot-repot. Nenek jadi malu menerima hadiah ini!" kata Nek Sumirah.

"Lo, kok malu, Nek. Kan, Nenek ini pejuang kemerdekaan. Mestinya malah Nenek dapat hadiah yang lebih besar!" kata Nina.

"Walah, walah! Banyak orang yang sudah berjuang untuk kemerdekaan negara kita. Ada yang mengorbankan nyawanya, ada yang cacat akibat pertempuran. Nenek ini hanya membantu sekedar yang Nenek bisa. Tidak patut dibesar-besarkan!" Nenek Sumirah menjelaskan dengan semangat.

Nina senyum tersipu-sipu. Aaah, ternyata Nenek Sumirah seorang yang luar biasa. la begitu rendah hati. la tidak menganggap dirinya penting. Tiba-tiba, Nina merasa dirinya begitu kecil. Ia belum memberikan apa pun untuk bangsa dan negara. Kemudian Nina pamit.

“Terima kasih, ya Nina. Belajarlah yang rajin. Supaya kelak jadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara!" pesan Nek Sumirah.

"Ya, Nek!" jawab Nina dengan hormat. Pesan itu terasa sangat berharga karena diucapkan oleh seorang nenek pejuang.

Bagi Nina, Nek Sumirah bukan sekedar penjual nasi uduk. Nek Sumirah patut diteladani. Ia seorang pejuang kemerdekaan yang rendah hati.

Sumber: Arsip Bobo. Cerita: Widya Suwarna.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Jadiiā€¦ Itu Mamanya

2 hari yang lalu

Masakan Chef Misterius

1 hari yang lalu

Dua Nenek

3 hari yang lalu

Mak Yun

23 jam yang lalu

Kuningan

2 jam yang lalu

Kambing Hitam

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×