99 Penumpang Kereta Api

  • Sabtu, 20 Januari 2018 15:00 WIB

99 penumpang kereta api | Dok. Majalah Bobo

Di sebuah kota terpencil, terdapat sebuah stasiun kecil. Hampir setiap kereta api yang lewat singgah sebentar di stasiun itu untuk mengambil dan menurunkan penumpang.

Pak Dadang, telah 20 tahun bekerja sebagai kepala perjalanan di stasiun itu. Kepala perjalanan adalah orang yang meniupkan pluit setiap kereta akan berangkat. Karen itu, ia hafal waktu kereta tiba di stasiun itu.

Semua masinis dan beberapa penumpang mengenal Pak Dadang. Pak Dadang adalah seorang pekerja yang baik dan ramah.

Malam itu, Pak Dadang pulang lebih cepat daripada biasanya. Ia tahu persis bahwa tak akan ada lagi kereta yang datang pada malam hari iru. Pak Dadang pulang berjalan kaki ke rumahnya yang letaknya tidak jauh dari stasiun. Ia lelah sekali setelah bekerja sepanjang hari.

Ketika sedang berbaring di tempat tidur, terdengar suara kereta api. Pak Dadang terkejut. Setelah berpikir sebentar, ia segera mengambil mantelnya dan pergi ke stasiun.

Tak lama setelah Pak Dadang tiba, kereta pun tiba. Dengan ramah Pak Dadang menyambut para penumpang. Seorang wanita tua menatap Pak Dadang dan tersenyum

“Selamat malam, Pak. Apakah ini Negeri Tiongkok? Kami hendak pulang ke negeri kami di Tiongkok,” sapa wanita tua itu.

“Selamat malam, ini bukan Negeri Tiongkok, Bu!” jawab Pak Dadang.

Semua penumpang itu kecewa mendengar jawaban Pak Dadang. Jumlah penumpang kereta api itu ada 99 orang.

“Ya, ampun,” keluh mereka, “sudah seharian berjalan belum juga tiba di tempat tujuan. Kami lelah sekali dan ingin beristirahat.”

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Dongeng Putri Tikus

3 hari yang lalu

Obat Bosan dari Nenek

1 hari yang lalu

Cat Kuku

3 hari yang lalu

Korespondensi dengan Pencuri

2 hari yang lalu

Kuningan

3 hari yang lalu

Iko, Hihaa!!

3 hari yang lalu

Rumah Nomor 6

4 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×