Asal Muasal Belang Si Kelinci

  • Kamis, 17 Mei 2018 15:00 WIB

Asal muasal belang si kelinci | Dok. Majalah Bobo

Netsi berlari riang di bawah sinar bulan. Berhenti di puncak bukit sambil menegakkan telinga pendeknya, mengendus-endus udara.

Bit-bit, si kelinci seputih salju dengan telinga panjang menertawakannya. “Tak ada gunanya kamu menegakkan telinga. Telingamu pendek.”

“Kamu, sih, bukan kelinci, Netsi. Lebih pantas disebut kucing. Belang-belang begitu!” timpal Ratty, diiringi gelak tawa kelinci-kelinci putih lainnya.

Muka Netsi memerah lalu melompat-lompat pergi, meninggalkan Bit-Bit, Ratty, dan kelinci-kelinci lainnya. Ia sedih sekali. Dia memang tidak seperti kelinci-kelinci lainnya. Bulunya belang-belang seperti kucing. Telinganya tidak panjang, indah, lembut. Melainkan pendek dan membosankan, seperti kucing.

“Netsi, Netsi, jangan sedih,” bisik suara halus itu. Netsi menoleh ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapa-siapa.

“Di sini, Netsi,” panggil suara itu dari atas. Netsi mendongakkan kepalanya. Bulan purnama bersinar hangat di atasnya.

“Bulan?” tanya Netsi dengan ragu.

“Tentu saja, siapa lagi,” sahut Bulan.

“Jangan sedih karena bulumu tidak seputih salju dan tidak bertelinga panjang. Itu karena kamu kelinci keturunan langsung Putri Kelinci.”

“Putri Kelinci?” tanya Netsi. Ini berita baru untuknya.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Cerita

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Malam Cerita

12 jam yang lalu

Cerita

Makhluk Bulan Purnama

10 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Kena Batunya

1 hari yang lalu

Mama Berhati Emas

2 hari yang lalu

Bunga-Bunga yang Hilang

3 hari yang lalu

Pengarang Kecil yang Kecewa

2 hari yang lalu

Asal Tahu Caranya

3 hari yang lalu

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×