Gadis Kecil dan Tukang Beras

  • Kamis, 29 Maret 2018 19:00 WIB

Gadis kecil dan tukang beras | Dok. Majalah Bobo

Tahun demi tahun berlalu. Ketika Ling Ling sudah berusia 12 tahun, ia tidak disuruh ke pasar lagi. Adik laki- lakinya yang menggantikan tugasnya. Ling Ling sibuk belajar memasak, menyulam, membaca kitab-kitab yang berguna. Pokoknya, mempersiapkan diri menjadi anak gadis yang pintar dan cekatan.

Akan tetapi, tukang beras di pasar itu tetap mengingatnya walaupun tak ada kesempatan menggoda Ling Ling lagi. la sering menanyakan kabar Ling Ling dan menitipkan salam untuknya lewat adik Ling Ling. Kadang-kadang, ia mengirimkan kue empat lima buah untuk Ling Ling.

Anehnya, semakin besar, hidung Ling Ling semakin mancung. Saat ia berusia 17 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, cerdas, dan rajin.

Ketika tersiar kabar walikota mencari istri, Ling Ling pun diantar orangtuanya pergi ke kota. Ia menjalani berbagai ujian dan akhirnya terpilih menjadi istri walikota.

Tugas suaminya berpindah-pindah dan Ling Ling terus mendukung karir suaminya. Sampai akhirnya, saat Ling Ling berusia 28 tahun, suaminya diangkat menjadi raja muda di wilayah yang jauh dari desa kelahiran Ling Ling.

Suatu ketika, Ling Ling rindu akan desa kelahirannya. la ingin berkunjung. la teringat akan Hau Ma dan Pak Ming San, tukang beras yang baik itu. la ingin membalas budi yang diterimanya waktu masa kanak-kanaknya.

Sayangnya, waktu itu Hau Ma sudah meninggal. Tinggal Pak Ming San yang masih setia berdagang beras di pasar. Berita kedatangan Nyonya Raja Muda cepat tersiar di desa Ling Ling. Mereka sangat bangga karena nyonya pembesar itu adalah warga desa mereka. Juga tersiar berita bahwa nyonya raja akan datang ke pasar dan mencari Pak Ming San, tukang beras.

Sebetulnya Ming San sangat senang karena Ling Ling kecil yang sering digodanya dulu sudah menjadi orang terkenal.

Akan tetapi, orang-orang di pasar bilang, “Ingat-ingatlah, kamu punya salah apa. Jangan-jangan dia datang untuk membalas dendam. Mungkin kamu akan ditangkap dan disiksa serta dipenjara!”

Mendengar omongan mereka, Ming San menjadi gelisah. Ia takut omongan itu benar. Maka, saat rombongan Nyonya Raja Muda datang, Pak Ming San pulang ke rumahnya.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Biola yang Hilang

2 hari yang lalu

Putri Berambut Kaca

2 hari yang lalu

Maguette, Si Putri Pemarah

3 hari yang lalu

Catur Gaib

3 hari yang lalu

Nenek Sihir dan Tukang Roti

2 hari yang lalu

Janji Ayah

1 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×