Gadis Kecil dan Tukang Beras

  • Jumat, 12 Januari 2018 19:00 WIB

Gadis kecil dan tukang beras | Dok. Majalah Bobo

Dengan gembira Ling Ling melihat-lihat pasar, menyapa orang-orang yang masih dikenalnya. Namun, ia kecewa ketika mendapati kios tukang beras ditutup.

“Mana Ming San? Lekas cari dia. Bawa dia menghadap. Aku tunggu dia di rumah, orang tuaku!” perintah Ling Ling pada para pengawal.

Sementara itu, Ming San yang ada di rumah sangat takut ketika diberitahu bahwa para pengawal disuruh mencarinya. Ia berlari ke pantai, bermaksud melarikan diri. Namun, di ujung jalan, para pengawal menangkap dan membawanya menghadap Ling Ling.

Ming San berlutut, menyembah, dan berkata, “Ampun, Nyonya. Hamba minta ampun atas semua kesalahan hamba. Janganlah hamba yang tua ini dihukum. Kasihanilah hamba!”

Ling Ling tertawa geli dan berkata, “Pak Gendut, eh, Pak Ming San. Bapak omong apa, sih? Bapak sama sekali tidak bersalah. Saya mencari Bapak karena mau membalas budi baik Bapak. Dulu, ketika saya kecil, Bapak selalu membelikan saya kue-kue karena orang tua saya tidak mampu membelinya. Bapak memberikan tambahan beras setiap kali saya berbelanja. Bahkan Bapak selalu berkata saya pantas jadi istri raja muda. Itu membuat saya berani mengikuti ujian menjadi istri walikota dan yakin bahwa saya pantas menjadi istri raja muda. Dan, sekarang hal itu menjadi kenyataan.”

Ming San mendapat hadiah sekantung emas. la sangat gembira.

Demikianlah, tukang beras yang murah hati mendapatkan imbalan atas kemurahan hatinya pada seorang gadis kecil.

Sumber: Arsip Bobo. Cerita: Widya Suwarna.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Adikku Manis

2 hari yang lalu

Diuji dengan Mimpi

19 jam yang lalu

Ketika Dihukum Mama

14 jam yang lalu

Pertemuan di Atas Andong

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×