Keajaiban Pada Malam Bulan Biru

  • Selasa, 13 Februari 2018 15:00 WIB

Keajaiban pada malam bulan biru | Dok. Majalah Bobo

Setelah membetulkan kotak musik Rossy, barulah Peter masuk ke apartemennya sendiri. Marion, istrinya yang cantik, menyambutnya dengan pelukan hangat. Ia  sudah menyiapkan sup sederhana untuk makan malam mereka.

 Melihat wajah Marion, Peter tak mampu menceritakan tentang toko yang bangkrut. Usai makan malam yang sepi, mereka mengobrol sejenak sebelum pergi tidur.

“Teng! Teng! Teng!” Peter terbangun mendengar lonceng gereja berdentang 12 kali. Setelah itu, ia tak bisa tidur lagi. Ia terus memikirkan dirinya yang telah dipecat dan begitu miskin.

Peter berdiri dari tempat tidur dan mengambil segelas air. Ia memandang keluar jendela. Astaga! Peter nyaris menumpahkan minumnya. Bulan malam itu berwarna biru! Betul-betul biru bulat indah.

Peter membuka jendela untuk bisa melihatnya lebih jelas. Namun, ups, sesuatu yang berkilau nyaris jatuh terlibas daun jendela yang dibuka Peter. Peter langsung mengulurkan tangan dan menangkap sesuatu itu.

Mata Peter membelalak kaget saat ia membuka genggaman tangannya. Di atas telapak tangannya kini berdiri peri kecil keemasan. Lengkap dengan sayapnya yang berkilau.

“Wah! Orang besar!” cetus peri itu kaget.

“Eemmh…,”Peter tak tahu harus bilang apa. Pasti ini mimpi, pikirnya dalam hati.

“Ini bukan mimpi. Setiap bulan berwarna biru, manusia bisa melihat bangsa peri. Tapi biasanya hanya anak kecil yang bisa melihat kami. Kalau ada orang besar yang bisa melihat kami, itu berarti hatinya amat baik!” celoteh peri kecil itu lagi. “Jadi, kamu mau minta apa?” tanya si peri sambil terbang mengelilingi kepala Peter.

“Mi… minta?” ulang Peter bingung.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : YANTI

KOMENTAR

MOST READ

Dongeng Putri Tikus

3 hari yang lalu

Obat Bosan dari Nenek

21 jam yang lalu

Cat Kuku

3 hari yang lalu

Korespondensi dengan Pencuri

2 hari yang lalu

Kuningan

3 hari yang lalu

Iko, Hihaa!!

3 hari yang lalu

Dibayar dengan Senyum

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×