Keajaiban Pada Malam Bulan Biru

  • Selasa, 13 Februari 2018 15:00 WIB

Keajaiban pada malam bulan biru | Dok. Majalah Bobo

Tring… ting… ting… tring… Kali ini ucapan Peter terpotong lagu dari kotak musik Rossy. Malam hari pun, kadang-kadang, Rossy suka membunyikan kotak musiknya.

“Tolong sembuhkan kaki Rossy agar ia bisa menari dengan lincah,” pinta Peter.

Criiiing! Peri mungil itu berputar tiga kali lagi.

“Ya! Besok pagi Rossy akan bangun dengan kaki sehat!” seru peri mungil itu. “Tinggal satu permintaan lagi. Kamu belum minta apa-apa buat dirimu, lo!”

Peter diam. Apa yang sebaiknya ia minta? Pekerjaan baru bergaji besar? Sepeti uang emas? Cukupkah untuk hidup enak sampai akhir hayatnya?

“Mmmhh…,” Marion bergerak dalam tidurnya. Peter memandanginya.

“Aku ingin Marion bahagia,” ucap Peter sambil tersenyum.

Criiiiiing! Peri itu berputar cepat tiga kali dan bersinar amat terang sampai Peter memejamkan mata.

Saat Peter membuka matanya lagi, tiba-tiba hari sudah pagi dan Peter terbaring di atas tempat tidurnya. Peter langsung kecewa. Ternyata semua hanya mimpi.

Akan tetapi, ia merasakan sesuatu yang lain. Ia merasa hatinya amat hangat. Apartemennya tetap bobrok dan sempit, tetapi tiba-tiba itu tak jadi masalah. Tanpa sadar, Peter tersenyum bahagia.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : YANTI

KOMENTAR

MOST READ

Dongeng Putri Tikus

3 hari yang lalu

Obat Bosan dari Nenek

21 jam yang lalu

Cat Kuku

3 hari yang lalu

Korespondensi dengan Pencuri

2 hari yang lalu

Kuningan

3 hari yang lalu

Iko, Hihaa!!

3 hari yang lalu

Dibayar dengan Senyum

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×