Kutukan Peri Zigana

  • Selasa, 13 Februari 2018 18:15 WIB

Kutukan Peri Zigana | Public Domain

Kelinci itu berlari ke semak-semak. Pangeran Atila  mengejar kelinci itu dan hampir berhasil menangkapnya. Namun tiba-tiba saja pelananya sobek menjadi dua bagian dan ia terjatuh ke tanah.

 Tak lama setelah kakinya menyentuh bumi,  Pangeran Atila  menghilang di depan mata teman-teman dan para pengawal yang menyertainya. Semua menjadi ketakutan. Mereka mencari Pangeran Atila di seluruh pelosok hutan, namun tidak menemukan dia.

Rupanya, kekuatan Peri Zigana yang jahat telah mengambil Pangeran Atila. Semua pengawal menyesal karena melupakan pesan permaisuri. Raja Gabor yang telah tua pun menjadi sangat sedih dan lemas mendengar kabar ini.

“Aku bukan ayah yang baik! Bertahun-tahun telah berlalu, aku tetap berhasil membebaskan anakku dari kutukan Peri Zigana yang jahat…” tangisnya.   

Sementara itu, inilah yang terjadi pada Pangeran Atila. Ketika kakinya menyentuh tanah, ia merasakan kekuatan gaib yang tak terlihat. Tiba-tiba saja, ia merasa dipindah entah kemana. Seluruh dunia baru terbentang di hadapannya. Sungguh berbeda dengan kerajaan yang ditinggalkannya.

Pangeran Atila kini berada di halaman sebuah puri indah yang dikeliingi danau besar. Di puri itulah Peri Zigana yang jahat tinggal. Satu-satunya jalan keluar dan masuk ke puri itu adalah melewati jembatan awan yang terbentang di atas danau besar itu.

Di seberang danau, ada jalan menanjak menuju gunung yang di kiri kanannya terbentang hutan gelap. Kabut tebal menggantung di tempat itu. Suasana pun sangat hening.

 Tak lama kemudian, Peri Zigana muncul di depan Pangeran Atila.

“Kau harus patuh pada setiap perintahku. Kalau tidak, kau akan kuhukum!” ucapnya. Ia lalu memberikan Pangeran Atila  sebuah kapak kaca. “Segera seberangi jembatan awan itu dan masuk ke dalam hutan. Tebanglah semua pohon di sana sebelum matahari terbenam!”

Pangeran Atila  hanya diam saat menerima kapak kaca itu. Sebelum pergi, Peri Zigana memberi peringatan,

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Jadii… Itu Mamanya

2 hari yang lalu

Masakan Chef Misterius

1 hari yang lalu

Dua Nenek

3 hari yang lalu

Mak Yun

23 jam yang lalu

Kuningan

2 jam yang lalu

Kambing Hitam

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×