Legenda si Burung Robin

  • Minggu, 11 Februari 2018 19:00 WIB

Legenda si Burung Robin | Ilustrasi: Dhian

Dhutan batu giok yang luas, Pangeran Kecil yang baik hati duduk di atas lumut hijau dan menangis. Dia berteriak dengan putus asa untuk meminta pertolongan, karena dia tersesat dan terluka, jauh dari istana marmernya. Yang pertama mendengar teriakannya adalah seekor burung merpati putih, yang sedang melayang di atas kepala.

“Merpati yang baik hati, bawalah saputangan ini pada ayahku, sehingga dia bisa menjemputku dengan kudanya!”

Merpati itu tampak sangat tersinggung.

“Kau pikir, aku mau merusak buluku yang seputih salju ini dalam perjalanan jauh menuju istanamu? Aku tidak mau!” katanya mencemooh.

Tanpa basa-basi lagi ia terbang dengan sayap-sayap keperakan.

Tak lama kemudian, sepasang burung hitam tampak berhenti di dekat Pangeran. Pangeran menatap mereka dan memohon dengan letihnya,

“Teman yang baik hati, pergilah dan berikan saputangan ini kepada ayahku, sang Raja. Tolong beritahu, bahwa anaknya tersesat di tengah hutan batu giok!” ,

“Pangeran yang baik hati, kami sedang terburu-buru karena harus membuat sarang sebelum daunnya menjadi kuning”. Dan mereka terbang, meninggalkan Pangeran dengan kesengsaraannya.

Burung Tit Biru datang di samping Pangeran. “Burung biru yang indah, terbanglah dengan cepat ke istana ayahku. Tolong beritahu dia, bahwa anaknya  ketakutan di hutan ini.”

“Maafkan aku, Pangeran Kecil. Setelah meninggalkanmu, aku pasti langsung lupa telah bertemu denganmu. Begitulah aku, berkepala kosong!”

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Dongeng Putri Tikus

3 hari yang lalu

Obat Bosan dari Nenek

21 jam yang lalu

Cat Kuku

3 hari yang lalu

Korespondensi dengan Pencuri

2 hari yang lalu

Kuningan

3 hari yang lalu

Iko, Hihaa!!

3 hari yang lalu

Dibayar dengan Senyum

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×