Lukisan Kucing

  • Minggu, 14 Mei 2017 17:20 WIB

Lukisan kucing | Dok. Majalah Bobo

Samuel memandangi lukisan kucing ke-50 di depannya.

“Kucing lagi?” tanya Ramanta sinis. “Tidak adakah gambar lain yang bisa kaulukis?”

Samuel diam.

“Huh, semua kucing!” gumam seorang pengunjung.

“Ada lukisan lain?” tanya pengunjung lain.

Samuel menggeleng. Samuel sendiri tak mengerti kenapa dia suka melukis kucing. Mungkin karena bisikan aneh yang didengarnya.

“Samuel, suatu hari kamu akan kaya raya. Tapi, ada satu syarat. Kamu tak boleh melukis apa pun selain kucing.”

Awalnya, Samuel tak percaya. Tapi, bisikan itu terus mengganggunya. Sayang, sudah setahun Samuel melukis, tak satu pun lukisannya terjual.

Suatu hari penduduk kota heboh. Ada serbuan tikus di kota itu. Di mana-mana ada tikus, bahkan di jalanan. Segala macam cara dicoba, namun gagal.

“Kita harus menemukan cara ampuh untuk mengusir tikus-tikus menyebalkan itu,” kata seorang penduduk.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : YANTI

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×