Mencari Hati Raksasa

  • Sabtu, 13 Januari 2018 11:00 WIB

Mencari hati raksasa | Dok. Majalah Bobo

Esoknya, Pangeran Wulung memberi sekantong koin emas pada pemilik pondok. Pemilik pondok itu menolak. Pangeran Wulung berkata,

“Pakailah untuk membiayai siapa saja yang meminta makan dan menginap di pondokmu!”

“Sungguh baik hatimu! Apa tujuanmu di hutan ini?” tanya pemilik pondok.

“Ayahanda menugasiku menangkap raksasa yang sering mengganggu manusia.”

“Kalau begitu, aku akan menolongmu sampai ke tujuan!”

Pemilik pondok itu lalu meniup tubuh Pangeran Wulung. Perut buncitnya kembang kempis memompa udara. Lama-kelamaan angin yang berhembus dari mulutnya semakin kencang. Jubah Pangeran Wulung, tempat Getap erat berpegangan, melambai-lambai.

Pangeran bersama Getap tertiup tinggi di angkasa. Mereka melewati gunung, ngarai, sungai, dan akhirnyamendarat di sebuah gua.

Seorang raksasa sedang duduk bermalas-malasan di mulut gua. Getap putus asa melihatnya. Bagaimana mungkin ia sanggup membunuh raksasa itu dan mengambil hatinya! Tapi kalau tak berbuat apa-apa, ia akan menjadi kurcaci selamanya!

Saat Getap masih bimbang, Pangeran Wulung telah melompat ke hadapan si Raksasa.

“Grrh…grrh…,” Raksasa berusaha menangkap Pangeran yang menyerang dengan pedang.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Rumah di Rawa Kappa

2 hari yang lalu

Hantu Pencopet

1 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

10 jam yang lalu

Kan Kusediakan Waktu

3 hari yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

13 jam yang lalu

Putri Gembala Angsa (Bag 2)

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×