Penyesalan Dako Si Anak Bebek

  • Kamis, 28 September 2017 11:00 WIB

Penyesalan Dako Si Anak Bebek | Public Domain

“Anak-anak, semua masuk ke dalam air, ya!” perintah Ibu Bebek pada ketujuh anaknya yang masih kecil. “Semua berenang di belakang Ibu, ya!” katanya lagi.

Dengan bangga, Ibu Bebek meluruskan lehernya. Ia berenang di antara alang-alang tinggi agar anak-anaknya tersembunyi. Anak-anak bebek yang masing sangat kecil, memang dikelilingi bahaya. Elang bisa kapan saja menyambar mereka dari atas.

Ibu Bebek tak henti-hentinya memberitahu Dako, anaknya yang paling bungsu. Dako memang anak  bebek yang paling iseng.

“Jangan memisahkan diri dari rombongan. Tetap di belakang Ibu, ya, Dako!” kata Ibu Bebek.

“Huh! Aku ingin cepat-cepat menjadi bebek dewasa! Bebek kecil selalu banyak larangan!” keluh Dako sambil menghembus napas.

Hari itu, Ibu Dako mengajarkan anak-anaknya untuk terbang rendah. Dako sesekali menyelinap di alang-alang mencari katak. Ya, Dako suka menggigiti katak.

“Dakooo, jangan pergi jauh-jauh!” serkali lagi Ibu Bebek memanggil Dako yang menghilang dari dekatnya.

Ibu Ogi Katak mengintip dari air.

“Ugh... Si anak nenek yang rakus itu datang lagi! Anak bebek pemakan katak!” keluh Bu Ogi kesal. Ia cepat-cepat pergi dari sana membawa anak-anaknya.  Sayangnya, Dako melihatnya.

“Oh, ha ha ha... Ada keluarga katak!” seru Dako girang. “Aku bisa makan katak hari ini! Ha ha ha... menyenangkan sekali!” 

Sumber : (Dok. Majalah Bobo / Fabel)

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Selembar Komik untuk Kiria

3 hari yang lalu

Cergam Bobo: Boneka Bebek

15 jam yang lalu

Tong Gendut

2 hari yang lalu

Misteri Makhluk Pulau Oahu

1 hari yang lalu

Cergam Bobo: Komedi Putar

3 hari yang lalu

Sendiri di Rumah

1 hari yang lalu

Rambut Elektrik

12 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×