Petani Tua dan Putrinya

  • Rabu, 13 September 2017 15:00 WIB

Petani Tua dan Puterinya | Dok. Majalah Bobo

Tidak lama kemudian, ketiga anak muda datang lagi. Masing-masing menikah dengan salah seorang putri petani. Setelah itu mereka pergi membawa istrinya masing masing. Siapa mereka dan ke mana mereka pergi, petani tidak tahu. Sebab ia tidak mengenal mereka.

Setelah beberapa tahun berlalu, petani itu rindu kepada putrinya. Ia ingin bertemu dengannya. Dia pun berangkat untuk mencarinya. Namun dia tidak tahu, ke arah mana ia harus pergi. Dulu dia hanya melihat bahwa mereka pergi ke arah utara. Maka dia pun menuju ke arah itu. Ketika sudah semakin jauh berjalan, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang memecah batu.

"Selamat bekerja!" kata petani.

"Terima kasih! Kau mau ke mana?" jawab laki-laki itu.

"Aku sedang nencari putriku," kata petani.

"Nah, akulah menantumu," kata laki-laki itu. "Ayo, kita ke rumahku!" ajaknya.

Dia pun sampai di rumah putrinya, yang bersuamikan tukang batu itu. Rumah mereka kotor dan jorok. Panci-panci, piring, mangkok dan meja, semua menjijikkan. Di lantai rumah banyak betebaran rumput. Putrinya menghidangkan makanan untuknya, tapi tidak dimakannya, karena terlalu kotor. Di dalam hati dia berkata, "Ini tentu putriku yang berasal dari kambing."

Dia pun pamit dari putri dan menantunya itu, dan melanjutkan perjalanan untuk mencari putrinya yang asli.

Dalam perjalanan dia pun bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang menebang kayu di dalam hutan. Laki-laki itu bertanya, "Mau ke mana, Pak?"

Petani itu menjawab, "Aku sedang mencari putriku."

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Sup Asparagus

3 hari yang lalu

Adikku Manis

3 hari yang lalu

Gara-Gara Cincin Kawin

2 hari yang lalu

Misteri Surat Perpisahan

1 hari yang lalu

Eiffel yang Hilang

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×