Petani Tua dan Putrinya

  • Rabu, 13 September 2017 15:00 WIB

Petani Tua dan Puterinya | Dok. Majalah Bobo

Penebang kayu langsung mengenalinya sebagai mertuanya. "Nah," katanya, "akulah menantumu. Tidak kenal lagi kepadaku?"

Petani lalu diajak ke rumahnya untuk menemui istrinya.

Istrinya menyambut kedatangan ayahnya. Tapi dia tak hentinya meringis dan ketawa. Petani itu pun berkata dalam hatinya, "Ini tentu putriku yang berasal dari kuda!" Dia pun pamit dari menantu dan putrinya lalu melanjutkan perjalanannya.

Akhirnya dia bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang membajak ladangnya. Laki-laki itu ternyata menantunya. la langsung mengenali ayah mertuanya. "Mau ke mana, Pak?" tanya laki-laki itu.

"Aku sedang mencari putriku," jawab petani. "Nah," kata menantunya, "akulah menantumu. Mari kita ke rumah!"

Ketika mereka tiba di rumah, putrinya langsung menyambut petani itu dengan penuh haru dan gembira. Di rumah itu semua kelihatan bersih, rapi dan menyenangkan. Tentu saja dia ingin menginap di situ bersama istrinya. Petani itu pun segera pulang menjemput istrinya lalu bersama-sama mereka kembali ke rumah menantu mereka dan putrinya yang sebenarnya.

Demikianlah mereka menginap di sana beberapa waktu lama. Dan selama mereka menginap di sana, mereka mengalami hari-hari yang menyenangkan.

Sumber: Arsip Bobo.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Putri Berambut Kaca

2 jam yang lalu

Ketika Dihukum Mama

16 menit yang lalu

Ketika Pompa Air Rusak

24 jam yang lalu

Hadiah Ulang Tahun

2 hari yang lalu

Pesta Kurcaci Mimpi

3 hari yang lalu

Marvo si Pesulap

1 hari yang lalu

Pelangi Nona Smith

3 hari yang lalu

MUST READ

Ketika Dihukum Mama

16 menit yang lalu

Putri Berambut Kaca

2 jam yang lalu

Raksasa Api

6 jam yang lalu

Misteri Daun Tiga Warna

21 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×