Piko Merak dan Kaukau Bangau

  • Senin, 11 September 2017 19:00 WIB

Piko Merak dan Kaukau Bangau | Ilustrasi: Yoanita Lestari

Dahulu kala, hiduplah seekor merak jantan bernama Piko. Ia sangat sombong karena bulunya yang sangat indah.  Menurut Piko, bulu-bulunya adalah bulu terindah di antara para burung di dunia ini.

Tak jauh dari rumah Piko, tinggallah seekor bangau bernama Kaukau. Piko selalu menertawakan Kaukau karena bulunya yang tidak menarik 

“Lihatlah aku, Kaukau! Aku bagaikan raja yang berpakaian dari benang emas dan beledu biru,” kata Piko Merak pada Kaukau Bangau. “Apakah kamu tidak sedih melihat bulu-bulumu yang kusam? Bulu-bulumu seperti tanpa warna. Hidupmu pasti penuh dengan kesedihan…” kata Piko sambil mengembangkan bulu-bulunya yang indah.

Kaukau Bangau hanya tersenyum dan mengangkat kepalanya perlahan. Ia heran, kenapa Piko Merak tak bosan-bosannya menyombongkan diri. Piko juga sering menghina burung lain selain Kaukau. Kaukau sering melihat burung lain menangis setiap kali dihina Piko. Kali ini, Kaukau ingin memberi Piko pelajaran.

“Aku tidak pernah sedih, Piko...” kata Kaukau. “Sebaliknya, aku selalu bersyukur atas keadaanku. Aku bisa terbang tinggi melintasi langit. Aku bisa merasakan kehangatan mentari senja sambil merentangkan sayapku di langit pantai. Aku bisa menyanyi sambil melihat keindahan bintang-bintang di angkasa,” ujar Kaukau bangga.

Kaukau lalu melihat ke Piko sambil kembali tersenyum dan berkata, “Sementara kamu, walau bulu-bulumu indah, tapi kamu hanya bisa melangkah di atas tanah. Kamu tidak pernah melihat keindahan angkasa dari dekat. Bulu-bulumu yang indah itu, tidak pernah merasakan kehangatan mentari dari dekat. Tidak pernah menyentuh kelembutan awan-awan …”

Piko Merak terdiam membisu. Sejak saat itu, ia tak pernah menyombong kan diri lagi. Ia sadar, apalah artinya memiliki bulu indah, kalau cuma untuk dipamerkan. Ia juga sadar, kalau yang dimilikinya hanyalah bulu indah. Betapa banyak pengalaman lain yang tidak dimilikinya. Pengalaman-pengalaman indah seperti yang baru saja diceritakan Kaukau Bangau.    

 

(Dok. Majalah Bobo / Folklore Fabel)

 

Sumber : (Dok. Majalah Bobo / Fabel)

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Putri Berambut Kaca

2 jam yang lalu

Ketika Dihukum Mama

11 menit yang lalu

Ketika Pompa Air Rusak

24 jam yang lalu

Hadiah Ulang Tahun

2 hari yang lalu

Pesta Kurcaci Mimpi

3 hari yang lalu

Marvo si Pesulap

1 hari yang lalu

Pelangi Nona Smith

3 hari yang lalu

MUST READ

Ketika Dihukum Mama

11 menit yang lalu

Putri Berambut Kaca

2 jam yang lalu

Raksasa Api

6 jam yang lalu

Misteri Daun Tiga Warna

21 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×