Putri Negeri Kembaran Bumi

  • Rabu, 10 Januari 2018 11:00 WIB

Putri Negeri Kembaran Bumi | Dok. Majalah Bobo

Manae suka sekali menangis. Setiap hari, paling sedikit ia lima kali menangis. Ketika dibangunkan pagi-pagi oleh ibunya, ketika disuruh makan siang, ketika tak bisa menjawab pertanyaan di sekolah, ketika mengerjakan PR yang sulit, dan ketika mengantuk tetapi masih ingin main pada malam hari. Belum lagi kalau ia terjatuh, tidak diajak main oleh kakaknya, tidak dibelikan mainan… woow, bisa-bisa dalam sehari ia sepuluh kali menangis.

Pada suatu hari, ibu Manae pulang dari pasar tergesa-gesa.

“Manae, Ibu tadi terburu-buru sampai lupa membeli bandomu. Besok saja, ya!” ujar ibunya.

“Tidak mau! Pokoknya harus sekarang! Hung... huuung...,” Manae mulai menangis seperti biasanya.

Nadanya dinaikturunkan hingga terdengar mengharukan.

Akan tetapi, ibu Manae harus memasak untuk tamu ayah Manae. Ia tak punya waktu untuk membujuk.

Akhirnya Manae menangis sendiri di teras depan.

“Huuungg huuung,” Manae terus menangis tak kenal lelah.

Ia sudah terbiasa menangis lama-lama. Sampai keinginannya dituruti. Namun, kali ini ibunya betul-betul sibuk memasak. Sama sekali tak sempat membujuknya. Manae akhirnya lelah juga menangis.

“Huh, lebih baik aku main ke taman saja!” gerutunya.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Pino yang Cerdik

4 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×