Putri Peri Tercantik

  • Selasa, 13 Februari 2018 14:00 WIB

Putri Peri Tercantik | Public Domain

“Kau harus menjaga air di kedua stoples ini sebaik-baiknya. Jika airnya kosong, kau akan mendapat hukuman!”

Setelah berkata begitu, Lagree lalu hilang dari hadapan Peri Tercantik. Ia membiarkan Peri Tercantik menjelajah bebas di istana itu. Peri Tercantik juga tidak lagi takut, karena kedua tugas itu adalah tugas yang mudah baginya.

Beberapa tahun pun berlalu. Peri Tercantik mulai terbiasa dengan  kehidupannya yang sepi. Ia mematuhi semua perintah Lagree dan perlahan-lahan mulai melupakan Raja Hungaria, ayahnya, dan istananya.

Suatu hari, saat lewat di dekat air mancur di kebun, ia melihat sinar matahari jatuh di atas permukaan air. Dari pantulan itu, muncullah pelangi yang sangat indah. Ia berdiri mengagumi pelangi itu. Tiba-tiba, ia mendengar suara pemuda yang berasal dari pusat sinar. 

Suara itu memperkenalkan dirinya. Ia juga menceritakan asal usulnya dengan suara yang indah. Peri Tercantik menduga, pastilah pemuda itu juga sangat tampan.

“Namaku Pangeran Pelangi. Orangtuaku berhutang budi pada Peri Lagree yang kejam. Sebagai bayarannya, peri itu mengambil tubuhku selama beberapa tahun. Tubuhku disimpan dan dikurung di sebuah istana yang sulit ditemukan.”

Pangeran Pelangi mengaku ia nyaris putus asa karena tak berwujud. Namun kini ia gembira karena bisa berteman dengan Putri Peri Tercantik. Peri Tercantik sangat gembira mendengar kata-kata itu, karena selama ini tidak ada yang memberi perhatian padanya.

Pangeran Pelangi hanya bisa muncul dan bicara dalam bentuk Pelangi. Karena itu sangat penting baginya jika matahari bersinar di permukaan air sehingga memungkinkan terbentuk pelangi.

Sejak saat itu, Peri Tercantik selalu bertemu si Pangeran dalam bentuk pelangi. Ia senang sekali bercakap-cakap dengannya.

Suatu hari, karena terlalu lama bercakap-cakap, Peri Tercantik lupa menyalakan api di tungku sehingga api pun padam.

Sumber : dok. Majalah Bobo , Dongeng Hungaria

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Dongeng Putri Tikus

3 hari yang lalu

Obat Bosan dari Nenek

21 jam yang lalu

Cat Kuku

3 hari yang lalu

Korespondensi dengan Pencuri

2 hari yang lalu

Kuningan

3 hari yang lalu

Iko, Hihaa!!

3 hari yang lalu

Dibayar dengan Senyum

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×