Banggai Cardinalfish, Hewan Cantik Endemik Indonesia

  • Minggu, 24 September 2017 11:35 WIB

Banggai Cardinalfish, Hewan Cantik Endemik Indonesia | mongabai.co.id

Indonesia merupakan negara kepulauan, jadi tak heran kalau laut Indonesia termasuk yang terluas di dunia. Selain luas, laut Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hayati, lo. Bahkan, beberapa makhluk hidup itu hanya ada di laut Indonesia.

Banggai cardinalfish adalah salah satu hewan cantik endemik Indonesia. Sesuai namanya, ikan ini berasal dari Pulau Banggai, Sulawesi Tengah.

Ciri umum

Banggai cardinalfish hanya tumbuh hingga 8 cm. ada beberapa ciri yang membedakan cardinalfish dari Indonesia dengan cardinalfish lainnya.

  1. Sirip punggung pertama yang berumbai, memanjang sampai ke ekor
  2. Sirip punggung kedua berdiri tegak
  3. Memiliki pola warna yang terdiri dari tiga garis hitam di kepala dan tubuh
  4. Untuk membedakan jantan dan betina, bisa dilihat dari rongga mulutnya yang mencolok dan membesar saat mereka diam.

Banggai cardinalfish merupakan satu-satunya keluarga ikan cardinal yang bersifat diurnal (aktif di pagi dan sore hari). Selain itu, mereka juga termasuk ikan laut yang bersifat komunal (membentuk kelompok). Biasanya, satu kelompok terdiri dari 9 ekor ikan.

Banggai cardinalfish ini cukup unik, karena yang memiliki tugas untuk memelihara telurnya adalah sang jantan, bukan betina. Selain itu, mereka juga memilihara anaknya di dalam mulut (mouthbrooder). Unik, kan? Mirip dengan ikan mujair.

Tempat atau habitat

Ikan ini bisa kita temukan di kedalaman 1,5 – 2,5 meter. Biasanya, mereka hidup di terumbu karang, padang lamun, atau daerah pasir terbuka dengan keadaan air yang tenang. Selain di tempat itu, ikan ini juga biasanya ditemukan pada bulu babi, anemone laut, dan karang bercabang.

Banggai cardinalfish yang ditemukan di sekitar anemon laut biasanya ikan yang masih muda. Nah, kalau ikan yang sudah dewasa biasanya ditemukan di antara bulu babi, karang bercabang, bintang laut, hydrozoa, dan akar prop mangrove.

Dulunya… ikan ini ditemukan dalam jumlah yang terbatas di Kepulauan banggai, Sulawesi Tengah. Menurut data yang didapatkan dari mongabay.co.id, penyebaran ikan ini hanya 2,4 juta, padahal luas geografis tempatnya mencapai 5.500 km persegi.

Reporter : willa widiana
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Putri Mandi

7 jam yang lalu

Cerita

Kamar Nomor 18

1 jam yang lalu

Cerita

Detektif Makan Siang

6 jam yang lalu

Cerita

Benda Antik dari Girimeda

23 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Cergam Bona: Baju Hangat

2 jam yang lalu

MOST READ

Putri Mandi

7 jam yang lalu

Tong Gendut

2 hari yang lalu

Cergam Bobo: Terlalu Lelah

3 hari yang lalu

Rumah Nomor 6

3 hari yang lalu

Sendiri di Rumah

1 hari yang lalu

Bertengkar dengan Bayangan

1 hari yang lalu

Perkedel Sukun

1 hari yang lalu

Kamar Nomor 18

1 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×