Pemuda Brilian dari Papua, Otaknya Seperti Pak Habibie

  • Rabu, 19 April 2017 17:15 WIB

Kak Oge di depan kampus di Bermingham, Inggris. Sumber foto: otonomi.co.id | Instagram Septinus George Saa

Nama lengkapnya Septinus George Saa, sering dipanggil Oge.  Ia lahir di Manokwari, 22 September 1986. Setelah lulus SMA Negeri 3 Jayapura,  Kak  Oge mendapat beasiswa kuliah di jurusan aerospace engineering di Florida Institute of Technology  di Amerika. Sekarang, Kak Oge masih melanjutkan kuliah S2 teknik material di Universitas Birmingham, Inggris.

Seperti  otak Pak Habibie

Kak Oge adalah salah satu pemuda asal Papua yang memiliki otak brilian seperti Pak Habibie.  Sejak kecil, Kak Oge suka dengan semua mata pelajaran. Oleh karena itu, selama di SD, ia selalu mendapat juara pertama.

Saat duduk di SMP, Kak Oge mulai menyukai ilmu fisika. Selain itu, Kak Oge juga menyukai pelajaran kimia, sejarah, geografi, matematika, dan bahasa Indonesia. 

Setelah lulus SMP, Kak Oge diterima di sekolah unggulan  SMAN 3 Buper Jayapura. Di sekolah ini, orangtua  Kak Oge tidak perlu pusing memikirkan biaya sekolah, karena semua dibiayai oleh pemerintah. Di sekolah ini pula, pengetahuan Kak Oge semakin berkembang karena dapat menikmati internet.

Tahun 2001, Kak Oge menjuarai lomba Olimpiade Kimia tingkat daerah. Oleh karena itu, Kak Oge mendapat beasiswa untuk belajar di Jakarta.  Di Jakarta, Kak Oge digembleng oleh Prof. Yohanes Surya.

 Tahun 2003, Kak Oge menduduki peringkat 8 dalam lomba matematika di India.  Tahun 2006, Kak Oge diterima belajar di Polish Academy of Science setalah mempresentasikan hasil penelitiannya di depan ilmuwan fisika di Polandia.

Belajar ilmu pesawat

Berkat prestasinya itu, Kak Oge mendapat beasiswa dari Fredom Insitute untuk kuliah di luar negeri. Lalu, Kak Oge kuliah di Florida Insitute of Technology mengambil jurusan aerospace engineering atau teknik dirgantara.

Di jurusan ini, Kak Oge mempelajari ilmu pesawat, baik pesawat terbang maupun pesawat luar angkasa. Kak Oge memilih jurusan ilmu dirgantara karena ia memang suka dengan pesawat. Katanya, dulu ia ingin menjadi pilot. Tetapi, karena matanya minus 3,25, Kak Oge mengalihkan impiannya, yaitu ingin menjadi ahli pesawat, seperti Pak Habibie.

Reporter : Sigit Wahyu
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Maguette, Si Putri Pemarah

12 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Ditukar dengan Singkong

15 jam yang lalu

Cerita

Pisang Lompat Tali

18 jam yang lalu

Cerita

Pohon Topi

16 jam yang lalu

Cerita

Dibayar dengan Senyum

8 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×