Menulis di “Daun Lontar”

  • Jumat, 8 September 2017 11:15 WIB

1 | Ricky Martin

Naskah kuno di Indonesia, khususnya di Bali banyak ditulis di daun lontar.  Cara menulis di daun lontar berbeda dengan cara menulis di kertas atau papan tulis! Bagaimana caranya? Yuk, kita meniru cara orang dulu menulis di daun lontar!

Kita perlu

• Karton tebal

Quick film (stiker sampul plastik)

• Cat air warna hitam

• Jangka

• Tisu

Ini Rahasia Membuatnya:

undefined
Sebagai pengganti daun lontar, kita gunakan karton tebal yang dilapisi dengan quick film. Potong-potong karton tersebut dengan ukuran 3 cm x 15 cm. Nah, pura-puranya inilah “daun lontar”nya.
undefined
Buatlah tulisan di “daun lontar” dengan menggunakan jarum jangka. Guratkan jarum jangka berkali-kali agar tulisan bisa terlihat jelas. Zaman dulu, orang memakai pisau tulis.
undefined
Oleskan cat hitam di atasnya. Zaman dulu, orang memakai kemiri yang dibakar hingga keluar minyaknya. Warnanya, hitam! Hapus cat hitam dengan tisu. Cat hitam yang masuk ke dalam guratan tidak akan ikut terserap tisu. Zaman dulu, orang juga mengelap minyak kemiri di daun lontar. Minyak yang masuk diguratan tak ikut terangkat.
undefined
Naskah kuno sudah jadi. Buatlah tulisan dalam beberapa helai “daun lontar” lalu susun dengan cantik!

Kreasi: Yoan/dok Bobo

Foto: Ricky Martin

Reporter : Aan Madrus
Editor : Iveta Rahmalia

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Legenda Empat Musim

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Guling Pocong

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×