Sekuraan, Pesta Topeng Asli Lampung

  • Rabu, 4 Januari 2017 13:30 WIB

Sekuraan khas Lampung.

Suku Lampung memiliki pesta budaya yang unik, namanya sekuraan. Sekuraan merupakan pesta topeng yang dihelat pada awal bulan Syawal atau dimulai pada Hari Raya Lebaran.
Sekukha
Sekura berasal dari kata “sekukha”, dalam bahasa Lampung berarti menutupi wajah dengan  topeng.  Dalam pesta sekuraan, dikenal dua jenis sekura, yaitu sekura kamak dan sekura kecah.
 
Sekura kamak adalah sekura yang memakai  pakaian jelek,  compang-camping, atau kostum dari barang-barang bekas dan dedaunan. 
Sekura kamak, menari-nari untuk hiburan dan lucu-lucuan.
Sekura kamak, menari-nari untuk hiburan dan lucu-lucuan.
Sedangkan sekura kecah adalah sekura yang  mengenakan pakaian bagus dan rapi.
Dalam pesta sekuraan, sekura kamak berperan sebagai penghibur. Mereka bebas berekspresi. Kadang menari-nari, bermain pencak silat, atau menggoda penonton dengan gerakan-gerakan yang lucu.  Siapa saja boleh menjadi sekura kamak, asal  bisa menghibur penonton.
 
Berbeda dengan sekura kecah yang mengenakan pakaian bagus. Sekura ini diperankan oleh para bujang atau meghanai. Dalam sekuraan, sekura kecah akan berkeliling pekon (kampung) untuk berziarah (mengunjungi) rumah-rumah sambil mengumpulkan makanan.
Setelah makanan terkumpul dan cukup, acara dilanjutkan dengan panjat pinang.
Pentas sekura dalam sebuah festival.
Pentas sekura dalam sebuah festival.
Budaya Lampung
Sekuraan merupakan salah satu budaya asli Lampung. Meskipun acara ini dilakukan pada awal bulan Syawal atau pada saat Lebaran, sekuraan tidak ada hubungannya dengan Islam.
Pesta sekura digelar pada hari Lebaran karena pada saat itu semua keluarga berkumpul.  Sebagai ungkapan kegembiraan, mereka pun menyelenggarakan pesta lucu-lucuan ini.
 
Konon, sekuraan sudah ada sejak zaman Kerajaan Skala Beghak (Sekala Brak) yang dipimpin oleh Raja Buay Tumi. Masyarakat Buay Tumi adalah suku Lampung yang paling awal mendiami tanah Lampung, tepatnya di lereng Gunung Pesagi, dekat Danau Ranau.
 
Sebagai masyarakat yang masih menganut kepercayaan animisme, pada masa itu sekuraan dilakukan untuk memanggil roh-roh nenek moyang pada saat pesta panen. 
 
Pada abad ke-13, ketika beberapa tokoh penyebar agama Islam dari Pagaruyung berhasil menundukkan Kerajaan Buay Tumi, sekuraan berkembang menjadi kesenian rakyat.  Sekarang, selain untuk hiburan, sekuraan juga dipentaskan untuk memeriahkan festival budaya di Lampung. Seperti, Festival Teluk Semaka,  Festival Teluk Stabas, Festival Danau Ranau, Festival Krakatau, dan lainnya.
Dulu sekura hanya dimainkan oleh mekhanai atau pemuda. Sekarang muli atau gadis pun ikut-ikutan bersekura.
Dulu sekura hanya dimainkan oleh mekhanai atau pemuda.
Sekarang muli atau gadis pun ikut-ikutan bersekura.
Berbagai bentuk wajah menghiasi topeng-topeng sekukha. Ada wajah serius, lembut, lucu, gembira, menyebalkan, menakutkan, juga wajah-wajah culun. Topeng sekukha adalah topeng Lampung.  Apakah di daerahmu juga ada pesta topeng seperti sekuraan?

1
Sumber: Majalah Bobo edisi 19/XLIV, 18 Agustus 2016
Teks: Sigit Wahyu, Foto: Ricky Martin
 

Reporter : Sigit Wahyu
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Cerita

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Malam Cerita

12 jam yang lalu

Cerita

Makhluk Bulan Purnama

10 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Kena Batunya

1 hari yang lalu

Mama Berhati Emas

2 hari yang lalu

Bunga-Bunga yang Hilang

3 hari yang lalu

Pengarang Kecil yang Kecewa

2 hari yang lalu

Asal Tahu Caranya

3 hari yang lalu

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×