Bapak Sartono Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Pencetak Insan Cendikia

  • Kamis, 18 Mei 2017 13:31 WIB

Alm. Bapak Sartono, Foto: jurnalpatrolinews.com

Apakah teman-teman mengetahui lagu Hymne Guru? Lagu yang menggambarkan tentang perjuangan guru dalam memberikan pendidikan, sejak dari belum bisa membaca, hingga pada akhirnya kelak dapat mencapai apa yang di cita-citakan. Ternyata hymne guru yang diciptakan Bapak Sartono tersebut sudah lama diubah syairnya.

Siapakah Bapak Sartono

Bapak Sartono lahir di Madiun Jawa Timur, tanggal 29 Mei 1936 dan meninggal di kota yang sama pada 1 November 2015 silam. Semasa hidupnya dulu, Bapak Sartono bekerja sebagai seorang guru seni musik di salah satu sekolah yayasan swasta di kota Madiun, Jawa Timur. Walau tidak pernah mempelajari musik secara khusus lewat jenjang pendidikan (otodidak) sekolah musik, namun Bapak Sartono menguasai seni musik dengan baik. Bahkan beliau adalah satu – satunya guru seni musik yang dapat membaca not balok di wilayah Madiun, lo.

Alm. Bapak Sartono pencipta Hymne Guru semasa hidupnya
Alm. Bapak Sartono pencipta Hymne Guru semasa hidupnya, Foto: ccrowdvoice.com

Menciptakan lagu Hymne Guru

Kecintaan Bapak Sartono terhadap musik, membuat beliau menciptakan beberapa buah lagu. Salah satunya adalah lagu Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang terinspirasi oleh perjuangan seorang guru di Madiun yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Lagu Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang ia ciptakan kala itu di ikut sertakan dalam lomba cipta lagu yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1980. Tak disangka, Lagu tersebut pun terpilih sebagai lagu terbaik dan berhasil mengalahkan lagu dari peserta lomba lainnya. Selain mendapatkan sejumlah uang, Bapak Sartono bersama sejumlah guru lainnya di kirim ke Jepang untuk studi banding.

Lirik lagu Hymne Guru dirubah

Perubahan lirik lagu Hymne Guru mengalami perubahan oleh pemerintah atas persetujuan Bapak Sartono selaku penggubahnya pada 08 November 2007, dan ditandatangani kesepakatannya pada tanggal 27 November 2007 dengan disaksikan Ketua Besar PGRI dan Departmen Pendidikan Nasional. Semula judulnya adalah Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, dirubah judulnya menjadi Hymne Guru, Pahlawan Pembangun Insan Cendekia.

Syair lagu sebelum dirubah

Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita, dalam kegelapan

Engkau patriot, pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa.

 

Syair lagu sesudah mengalami perubahan


Hymne Guru, Pahlawan Pembangun Insan Cendikia.

Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita, dalam kegelapan

Engkau patriot, pahlawan bangsa

Pembangun insan cendikia.

Reporter : Eka Kartika
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

LATEST STORIES

Cerita

Pertengkaran Dua Kakek

60 menit yang lalu

Cerita

Cergam Bobo: Bermain Catur

4 jam yang lalu

Cerita

Nasihat untuk Tikus Kecil

15 jam yang lalu

Info Bobo

17 Agustusan di Negeri Orang

17 jam yang lalu

Cerita

Sesudah Suatu Kegagalan

17 jam yang lalu

Cerita

Usahawan Cilik

17 jam yang lalu

MOST READ

Cerita

Dongeng Putri Tikus

23 jam yang lalu

Cerita

Sesudah Suatu Kegagalan

17 jam yang lalu

Cerita

Pertengkaran Dua Kakek

60 menit yang lalu

Cerita

Pelajaran Mengarang

22 jam yang lalu

Cerita

Usahawan Cilik

17 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Pertengkaran Dua Kakek

60 menit yang lalu

Cergam Bobo: Bermain Catur

4 jam yang lalu

MUST READ

Cergam Bobo: Bermain Catur

4 jam yang lalu

17 Agustusan di Negeri Orang

17 jam yang lalu

Usahawan Cilik

17 jam yang lalu

Membuat Bunga Merah Putih

24 jam yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×