Mengenal dr. Sutomo, Seorang Dokter Hebat yang Baik Hati

  • Sabtu, 20 Mei 2017 07:16 WIB

dr. Soetomo. Foto: markijar.com

Ketika belajar IPS, teman-teman pasti tidak asing dengan organisasi Budi Utomo, sebuah organisasi yang memantik semangat perjuangan rakyat Indonesia secara modern. Salah satu tokoh yang menjadi penggerak dalam organisasi ini adalah seorang dokter yang bernama dr. Sutomo.

Budi Utomo

Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya, mendirikan Budi Utomo (BU) pada tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang menjadi pelopor kebangkitan nasional. Tujuan organisasi ini adalah untuk memajukan kehidupan bangsa Indonesia. Sutomo sendiri diangkat sebagai ketuanya.

Seorang dokter yanghHebat dan tulus

Setelah lulus dari STOVIA tahun 1911, Soetomo bertugas sebagai dokter di Semarang, lalu pindah ke Tuban, pindah lagi ke Lubuk Pakam (Sumatera Timur), dan akhirnya ke Malang. Ia dokter yang hebat, bahkan saat bertugas di Malang, ia membasmi wabah pes yang melanda daerah Magetan. Sebagai dokter, ia tidak menetapkan tarif, bahkan adakalanya pasien dibebaskan dari pembayaran. Kedekatannya dengan rakyat membuatnya benar-benar memahami kondisi rakyat Indonesia pada masa itu

Melanjutkan pendidikan di Belanda

Pada tahun 1919, dr. Soetomo memperoleh kesempatan belajar di negeri Belanda. Saat kembali ke Indonesia, ia mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) pada tahun 1924. Ia juga masih berupaya mengembangkan Budi Utomo agar menjadi organisasi yang maju dan bisa bergerak di bidang politik.

Seorang wartawan

Selain menjadi dokter yang hebat dan terjun di dunia politik, ternyata dr. Sutomo juga aktif di dunia jurnalistik. Beliau bahkan memimpin beberapa buah surat kabar. Soetomo meninggal dunia pada usia 50 tahun. Ia meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938. Namun, jasanya tetap dikenang hingga sekarang, bahkan hari kelahiran Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

 

Reporter : Putri Puspita
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×