Sempat Mati Suri, Inilah Perjalanan Sejarah Kain Tenung Songket Khas Palembang

  • Rabu, 16 Mei 2018 19:45 WIB

Songket Palembang. | Ricky Martin/Majalah Bobo

Hingga perang dunia II, bahan baku songket susah didapatkan.

Akhirnya kain tenun songket ini sempat mengalami mati suri sampai tahun 1950.

BACA JUGA : Kain Termahal di Dunia, Ternyata dari Serat Teratai

Melestarikan Kain Songket

Pertengahan abad ke-20, kerajinan kain ini kembali bangkit.

Karena munculnya inisiatif untuk memanfaatkan kembali benang emas dan perak dari kain tenun yang lama.

Kain tenun songket yang sudah lapuk atau tidak dipakai lagi dijadikan kain tenun songket yang baru.

Setelah itu, pengrajin kain tenun songket mulai banyak.

BACA JUGA : Mengenal Kain Besurek, Batik dari Bengkulu

Permintaan akan kain tenun ini pun meningkat, sehingga proses produksinya dilakukan terus menerus. Hingga pada abad ke-21 kain ini mulai terkenal di dunia fashion.

Reporter : Hanna Vivaldi
Editor : Iveta Rahmalia

KOMENTAR

MOST READ

Cerita

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Cerita

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

Cerita

Cerita

Malam Cerita

12 jam yang lalu

Cerita

Makhluk Bulan Purnama

10 jam yang lalu

Cerita

MOST READ

Adikku Manis

4 jam yang lalu

Kena Batunya

2 hari yang lalu

Mama Berhati Emas

2 hari yang lalu

Bunga-Bunga yang Hilang

3 hari yang lalu

Pengarang Kecil yang Kecewa

2 hari yang lalu

Kue Dadar Lapis Madu

9 jam yang lalu

Lukisan Kasih Sayang

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×