✕

3 Jenis Air Mata Manusia, Apa Hewan Juga Punya 3 Jenis Air Mata Ini?

Tyas Wening, Iveta Rahmalia
Rabu, 06 Februari 2019 | 11:31 WIB

Menangis.

Sedangkan untuk teman-teman yang sudah bisa bicara, menangis adalah bentuk ekspresi kesedihan, misalnya saat mainan kesukaan kita rusak dan sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Penyebab lain manusia menangis adalah sebagai pelepasan rasa sakit fisik dan emosional yang dirasakan, teman-teman.

Air mata yang kita keluarkan adalah campuran dari air, garam, minyak, dan enzim pembunuh kuman, tapi saat teman-teman mengeluarkan air mata emosional, kandungan di dalam air mata tersebut berbeda.

Saat menangis karena sedih atau bahagia, air mata yang keluar mengandung hormon kortisol dan bahan kimia yang disebut leucine enkephalin.

Hormon kortisol adalah hormon yang dapat menghilangkan stres dan ketegangan, lo. Sementara laucine enkephalin adalah bahan kimia yang juga merupakan penghilang rasa sakit alami yang sama seperti endorphin.

Baca Juga : Rahasia di Balik Indahnya Matahari Terbenam yang Berwarna Oranye

Menangis juga bisa memicu keluarnya endorphin, yang punya manfaat sebagai obat penghilang rasa sakit alami untuk tubuh.

Nah, inilah sebabnya setelah menangis pikiran kita menjadi lebih tenang, teman-teman, karena kita sudah mengeluarkan hormon stres dalam tubuh.

Tangisan Manusia dan Tangisan Hewan Berbeda, lo

Sebelumnya, Bobo sudah menuliskan, nih, kalau hewan juga mengeluarkan air mata yang prosesnya disebut dengan lakrimasi.

Air mata yang dikeluarkan oleh hewan ini bukan air mata emosional seperti yang teman-teman hasilkan saat sedang merasa sedih atau gembira, lo.

Lakrimasi yang dilakukan oleh banyak hewan bertulang belakang ini bertujuan untuk membuat mata mereka tetap lembap dan membersihkan kornea mata.

Saat ada kotoran yang masuk ke mata, maka hewan akan menghasilkan air mata yang lebih banyak untuk membersihkan mata mereka.