Kapal Selam Bisa Menyelam dan Mengapung, Bagaimana Cara Kerjanya?

Avisena Ashari
Minggu, 31 Maret 2019 | 16:17 WIB

Ilustrasi kapal selam

Jika massa jenisnya lebih berat dari air, maka benda akan tenggelam. Jika massa jenis nya lebih ringan, maka benda akan mengapung.

Inilah mengapa kalau kita melemparkan benda yang berat seperti batu ke dalam air, batunya akan tenggelam.

Batu ini berat namun hanya memindahkan sedikit air. Nah, batu jadi tenggelam karena batu lebih berat dibandingkan jumlah air yang berpindah.

Sementara kapal yang besar, bisa mengapung karena kapal memindahkan air yang jumlahnya sangat besar juga.

Namun, ada juga perbedaan antara kapal selam dan kapal lainnya nih. Yaitu kapal selam bisa mengendalikan daya apungnya.

Apa maksudnya, ya?

Baca Juga : Bukan Kapal Biasa, Kenali 6 Kapal yang Digunakan Basarnas di Laut

Kapal Selam Bisa Mengendalikan Daya Apung

Di kapal selam, nakhoda kapal bisa menentukan kapan kapal selam harus masuk ke dalam air atau kembali mengapung di atas air.

Untuk mengendalikan daya apung, kapal selam punya peralatan khusus, teman-teman.

Kapal selam memiliki tangki khusus yang bisa terisi oleh air atau udara.

Saat kembali ke permukaan air, tangki ini akan terisi oleh udara.

Gunanya untuk membuat kapal selam berkurang kepadatannya dibandingkan air di sekeliling kapal. Ini membuat kapal kembali mengapung di permukaan.