Arti 'Minal Aidin Wal Faizin' Bukan 'Mohon Maaf Lahir Batin', lo
Bermaaf-maafan dengan teman-teman
Mengucapkan Minal Aidin wal Faizin
Ibu Musdah juga mengingatkan kalau ”mohon maaf lahir dan batin” bukanlah arti dari kalimat “minal aidin wal faizin”, teman-teman.
Sebenarnya, ungkapan “minal aidin wal faizin” itu merupakan penggalan dari kalimat yang lebih panjang dalam bahasa Arab.
Kalimat itu bunyinya, “ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wa al-faizin”. Artinya “semoga Allah menjadikan kita golongan orang-orang yang kembali dan memperolah kemenangan.
Al-‘aidin adalah orang yang kembali dan al-faizin adalah orang yang memperoleh kemenangan, teman-teman. Apa maksudnya, ya?
Arti Minal Aidin wal Faizin
Jadi, yang dimaksud dengan al-‘aidin adalah orang-orang yang kembali menyucikan dili atau kembali pada kesadaran akan Tuhan. Jadi, manusia yang kembali ini menjadi sadar untuk berbuat baik dan menjauhi kejahatan, teman-teman.
Baca Juga: Mudik Naik Transportasi Umum? Ini Tips Mencegah Tertular Flu dan Batuk
Nah, yang kedua yang dimaksud dengan al-faizin adalah orang yang memperoleh kemenangan. Maksudnya, bisa mengusai emosinya, tidak mengedepankan ego, sehingga dijanjikan Allah kemenangan berupa pengampunan dan surga.
Teman-teman pasti ingat, kan? Saat puasa kita bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga latihan bersabar, tidak marah-marah, dan selalu berbuat baik.
Sehingga, puasa Ramadan itu bertujuan membuat seseorang menjadi al-‘aidin dan al-faizin, teman-teman.
Namun, saat sudah kembali pada Tuhan dan meraih kemenangan, tentu harus terus dijaga sikap-sikap terpuji yang sudah kita latih selama Ramadan, ya.
Lalu, bagaimana dengan ucapan “minal aidin wal faizin”, ya?