Cerpen Anak: Lili Putih untuk Ibu
Mereka kini baru sadar bahwa menyeberang jalan raya bukan pada tempatnya ternyata sulit. Kendaraan berlalu lalang dengan cepat.
Ciiittttt! Sebuah sedan hampir menabrak mereka. Sang supir berteriak marah ke arah meraka. Fajar dan Putri pura-pura tidak mendengar. Akhirnya mereka tiba di seberang jalan.
Kemudian mereka terus berjalan dengan cepat sampai di depan rumah. Sesaat sebelum masuk, mereka mengatur nafas lebih dulu agar Ibu tak curiga.
Baca Juga: Agar Pinggang Tidak Nyeri saat Melakukan Perjalanan Panjang, Lakukan 3 Tips Ini, yuk!
Mereka mengucapkan salam dari luar. Ibu langsung menyambut mereka.
"Selamat ulang tahun!" seru keduanya bersamaan.
"Oh, lili putih! Terima kasih..." Ibu langsung menciumi bunga lili putih yang diberikan Fajar. Kemudian Ibu mengecup kening Fajar dan Putri bergantian.
Hanya selang lima menit kemudian, pintu diketuk dari luar. Ibu kaget ketika melihat Pak Broto berdiri dengan muka gusar.
Baca Juga: Tingkatkan Digitalisasi, Ratusan Desa di Jawa Barat Dipasangi Jaringan WiFi
"Bu Surya, saya baru saja melihat putra-putri Ibu berperilaku sangat nakal," kata Pak Broto. Ia menceritakan apa yang dilihatnya saat mengemudi di jalan tadi. Fajar dan Putri pucat pasi ketakutan.
Ibu mendengar semuanya dengan seksama dan berterima kasih kepada Pak Broto. Setelah Pak Broto pulang,
"Anak-anak Ibu yang pintar, mendekatlah," pinta Ibu kemudian. "Sekarang Ibu tahu bagaimana bunga lili putih ini bisa sampai ke tangan Ibu. Ada pelajaran yang harus kalian ingat hari ini," Ibu memandangi keduanya lekat-lekat.
"Jangan sekali-kali lagi membahayakan nyawa kalian hanya untuk serumpun bunga lili putih," kata Ibu sambil memeluk Fajar dan Putri. "Nyawa kalian lebih berharga daripada bunga lili putih di mana pun."