Mengenal Sosok Soepomo, Tokoh yang Ikut Merumuskan UUD 1945
Mengenal sosok Soepomo, pahlawan nasional yang ikut membuat pembukaan UUD 1945.
Pada tahun 1920, ia menamatkan sekolahnya dengan prestasi yang baik.
Tidak berhenti di situ, Soepomo kembali melanjutkan sekolah ke sekolah hukum Rechtscool di Jakarta dan saat itu lah, ia mulai melakukan pergerakan nasional.
Hanya butuh tiga tahun yaitu tahun 1923, Soepomo sudah berhasil menyelesaikan sekolahnya dan kemudian diangkat menjadi pegawai negeri.
Ia pun bekerja di Pengadilan Negeri di Sragen, yang merupakan tempat kakeknya RT Wirjodiprodji menjabat sebagai Bupati Nayaka Kabupaten Sragen.
Tapi sayangnya, pekerjaan itu hanya dilakukan selama setahun, karena Soepomo mengikuti pertukaran pelajar ke Belanda.
Ia kembali belajar hukum di Fakultas Hukum di Universiteit Leiden.
Saat di Belanda, Soepomo tetap aktif dengan kelompok pergerakan nasional yaitu Perhimpunan Indonesia.
Dari perkumpulan bisa, lama kelamaan berubah menjadi organisasi politik yang mengajarkan pergerakan untuk kemerdekaan.
Lalu, pada 14 Juni 1927, Soepomo meraih gelar Master in de rechten (Mr) atau magister hukum dengan nilai terbaik.
Bahkan berkat disertasinya, ia juga langsung mendapatkan gelar doktor di usianya yang masih 24 tahun.
Baca Juga: 7 Bentuk Perjuangan Fisik dalam Mempertahankan Kemerdekaan, Materi PPKn
Peran Soepomo di BPUPKI dan PPKI
Meski Soepomo sibuk dengan pendidikannya, ia ternyata tetap memiliki peran dalam persiapan kemerdekaan.Sekembalinya dari belajar di Belanda, Soepomo menjadi Ketua Pengadilan Negeri Yogyakarta, Direktur Justisi di Jakarta, hingga Guru Besar hukum adat di Rechts Hoge School di Jakarta.