✕

Profil Klub Chelsea, Performa Naik Turun dan Impian Zona Champions

Gabriel Stanza, David Togatorop
Sabtu, 15 Februari 2025 | 15:06 WIB

Reece James sang kapten Chelsea harus menjaga performa tim yang sedang dalam masa transisi.

Mauricio Pochettino pun akhirnya dipecat saat musim selesai. Bersama Pochettino, Chelsea menemukan bintang baru mereka yang bisa mereka jadikan pemain yang membawa mereka ke era baru, yaitu Cole Palmer. Namun akibat perbedaan pendapat, Pochettino pun harus meninggalkan Stamford Bridge.

Enzo Maresca pun ditunjuk menjadi pelatih baru mereka. Mantan pelatih Leicester City itu memulai perjalanan di Chelsea dengan mulus. Dari 16 pertandingan pertama, Chelsea berhasil menang 10 kali, seri 4 kali, dan kalah hanya 2 kali.

Dua kekalahan mereka hanya berasal dari Manchester City dan Liverpool, 2 dari 4 hasil seri mereka adalah melawan Arsenal di Stamford Bridge, serta Manchester United di Old Trafford. Semua hasil itu memang bukan hasil sempurna, tetapi bukan juga hasil yang paling buruk.

Mereka sempat berada di posisi ke-2 beberapa saat, namun itu tidak lama. Skuad Chelsea yang relatif masih sangat muda harus menerima kenyataan bahwa mereka memang masih dalam masa transisi. Mereka belum siap untuk menjadi penantang Liverpool dan Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Performa pemain mereka pun masih sering naik turun. Sebut saja Nicolas Jackson, striker utama mereka, yang seringkali membuat frustasi. Noni Madueke sebagai pemain sayap juga masih seringkali bermain secara egois dan tidak mengoper bola.

Cole Palmer, yang menjadi pemain kunci Chelsea, juga terlalu diandalkan oleh Maresca. Hasilnya adalah tim lawan tahu bagaimana cara membuat Chelsea tidak berkutik. Tim lawan akan menyuruh pemain mereka untuk melakukan man marking kepada Palmer, dan menjaga pergerakan yang ia lakukan.

Hasil ini pun efektif, seringkali Chelsea tidak bisa melakukan apa-apa saat Palmer dijaga ketat oleh pemain lawan. Mereka mengerti bahwa Palmer adalah kunci yang membuat Chelsea berjalan, dan jika Palmer sedang tidak bermain bagus atau dijaga ketat, maka Chelsea akan mudah dihentikan daya serangnya.

Penggemar Chelsea pun mengerti bahwa mereka sedang dalam masa transisi, tetapi mereka ingin segera bermain secara konsisten lagi. Mereka tahu bahwa perebutan zona Liga Champions musim ini akan sangat ketat, terlebih Manchester City dan Newcastle United akan menjadi pesaing mereka, 2 tim yang tentu tidak mudah untuk dijatuhkan.

Selanjutnya Chelsea akan pergi ke Villa Park, Birmingham, Inggris untuk dijamu oleh Aston Villa. Lagi-lagi pertandingan yang tidak mudah namun jika mereka ingin lolos ke Liga Champions musim depan, mereka harus bisa menghadapi tantangan ini.

Bagi sebuah tim yang sedang dalam masa transisi, tentu akan mempunyai banyak halangan. Bagi Chelsea, mereka sedang melewati masa tantangan mereka, namun yang paling penting adalah bagaimana mereka akan melewati tantangan ini, dan kembali bermain di ajang elit Eropa musim depan.

Baca Juga: Profil Arne Slot, Pelatih Baru Liverpool untuk Gantikan Jurgen Klopp