Profil Timnas Jepang, Dari Ketinggalan Sepak Bola Menjadi Raja Asia
Timnas U-20 Jepang, masa depan Jepang di dunia internasional.
Bobo.id - Jepang, sebuah negara modern dan berkembang, tempat impian banyak orang untuk tinggal. Negara yang terkenal akan teknologinya, hiburan, dan kini, juga dikenal dengan sepak bolanya.
Jepang sendiri awalnya tidak terlalu fokus ke dunia sepak bola. Pada awal tahun 1900-an, Jepang merupakan negara yang sangat tertutup oleh pengaruh dunia luar, dan hampir tidak pernah menunjukkan dirinya kepada dunia luar. Hasilnya, mayoritas masyarakat Jepang tidak tersentuh dengan meledaknya olahraga sepak bola seperti yang terjadi di Eropa.
Iklan tidak tersedia saat ini.
Semua itu berubah setelah masa Perang Dunia kedua. Setelah Perang Dunia kedua berakhir, Jepang mulai mau menerima apa yang disajikan oleh dunia luar, dan hal ini pun membantu perkembangan negara mereka yang dulunya merupakan negara tertutup.
Ekonomi Jepang perlahan-lahan semakin membaik, dan masyarakat Jepang pun mulai menikmati hiburan dari berbagai jenis. Salah satunya adalah hiburan sepak bola. Sepak bola sendiri tidak langsung serta merta disukai oleh masyarakat Jepang pada awalnya.
Jepang sendiri pertama-tama sudah memiliki hiburan olahraga mereka yang lain. Gulat sumo, dari dulu hingga sekarang, sudah identik dengan negara Jepang, dan kehadiran Amerika Serikat setelah Perang Dunia 2 di Jepang, juga mendorong kemajuan olahraga baseball yang menjelma menjadi salah satu olahraga paling populer di Jepang, bahkan hingga era modern ini.
Seperti yang kita lihat, sepak bola di jepang awalnya memang tidak sepopuler saat ini. Awalnya hanya sebuah olahraga biasa, yang masih kalah saing dengan olahraga populer lainnya di Jepang, seperti gulat sumo dan juga baseball.
Timnas Jepang pun juga ada, namun performanya tidak seperti sekarang. Hal ini disebabkan karena sepak bola di Jepang masih belum bersikap profesional. Hal ini pun mengakibatkan tidak adanya insentif bagi warga untuk bermain bola sejak dini, dan tidak adanya fasilitas yang memadai untuk melatih para pemain.
Kejadian seperti ini pun mengakibatkan talenta-talenta murni yang mungkin ada, hilang begitu saja. Tidak adanya sebuah format liga profesional yang terstruktur pun mendorong kelambatan sepak bola di Jepang untuk berkembang, dan menyulitkan mereka untuk tumbuh sebagai sebuah negara sepak bola kuat.
Hal ini berubah pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Jepang, yang menyadari bahwa sepak bola kian populer di negara mereka memutuskankan untuk menjadikan sepak bola sebagai ajang profesional, untuk mendorong atlet-atlet muda Jepang untuk fokus di sepak bola. Hal ini dimulai dengan membentuk J League pada tahun 1993, menjadikan momentum awal yang akan membentuk sepak bola di Jepang pada masa depan.
Hal kecil ini pun mulai berdampak. Pada gelaran Piala Asia 1992, Jepang memenangkan gelar pertama mereka, setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1-0 pada final. Performa Jepang pun di ajang lain juga meningkat, di mana mereka hampir lolos ke Piala Dunia 1994, namun harus merelakannya setelah seri melawan Irak di laga terakhir kualifikasi.
Tidak hanya mendorong profesionalitas, Jepang pun juga fokus ke masa depan untuk urusan sepak bola mereka. Jepang sadar betul bahwa untuk keberlangsungan suatu timnas sepak bola, kondisi akar rumput atau ruangan bagi para anak-anak muda untuk berkembang harus diperhatikan juga.
Baca Juga: Sejauh Apa Timnas Indonesia Tertinggal, dan Apa yang Dapat Dilakukan?