Akhir Pekan Ini Akan Ada Hujan Meteor Geminid, Simak Jadwalnya!

Grace Eirin, Sarah Nafisah
Senin, 08 Desember 2025 | 17:00 WIB

Pada akhir pekan ini, kita akan menyaksikan hujan meteor Geminid di langit malam.

Bobo.id - Perhatian, hujan meteor Geminid sedang dalam kondisi aktif!

Bersumber dari American Meteor Society, ada dua fenomena hujan meteor yang akan menutup tahun 2025.

Itu adalah hujan meteor Geminid yang aktif tanggal 4-17 Desember, dan Ursida yang aktif pada 17-26 Desember.

Yap, akhir pekan ini kita akan menikmati fenomena puncak hujan meteor Geminid, teman-teman.

Kapan fenomena ini bisa terlihat di langit, dan bagaimana cara memperoleh pemandangan terbaiknya?

Yuk, simak faktanya!

Puncak Hujan Meteor Geminid

Bersumber dari space.com, hujan meteor Geminid akan mencapai fase puncaknya pada malam tanggal 13 dan 14 Desember.

Menurut perkiraan, tahun ini pemandangannya tidak akan terganggu oleh terang bulan.

Jika kondisi langit bebas dari polusi dan awan mendung, maka teman-teman dapat melihat fenomena ini dengan jelas.

Puncak hujan meteor Geminid dapat disaksikan sepanjang malam dari tanggal 13 sampai 14 Desember.

Iklan tidak tersedia saat ini.

Baca Juga: Enceladus, Bola Salju Raksasa dengan Samudra Tersembunyi

Geminid dianggap sebagai salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun, lo.

Sebab, setiap meteor yang melintasi langit malam akan terlihat terang benderang, dengan kecepatan tinggi.

Bersumber dari NASA, kecepatan meteor yang melintas saat hujan meteor berlangsung sekitar 33,8 kilometer per detik.

Di bawah langit gelap, kita bisa melihat 50 meteor per jam. Sementara pada fase puncaknya, akan meningkat menjadi 150 meteor per jam.

Waktu terbaik untuk mengamati Geminid yaitu saat langit gelap gulita tanpa bulan, beberapa jam setelah pukul 22.00 pada tanggal 13 Desember.

Hujan Meteor yang Istimewa

Hujan meteor Geminid berusia hampir 200 tahun, yang pertama kali diamati tahun 1833.

Fenomena ini terjadi saat Bumi melewati jejak puing-puing yang dilepaskan oleh asteroid 3200 Phaeton.

Yap, Geminid terjadi karena asteroid, bukan komet seperti hujan meteor biasanya. Inilah yang membuatnya istimewa.

Asteroid 3200 Phaeton dianggap aneh karena berperilaku layaknya komet, yang mengorbit Matahari setiap 1,4 tahun.

Asteroid ini ditemukan pada 11 Oktober 1983 oleh Satelit Astronomi Inframerah.

Baca Juga: Urutan Planet dari Yang Paling Tua hingga Termuda, Bumi Nomor Berapa?

Hujan meteor Geminid diberi nama berdasarkan rasi bintang tempat asteroid tersebut muncul.

Dari sudut pandang Bumi, hujan meteor ini tampak berasal dari arah yang kurang lebih sama dengan rasi bintang Gemini.

Rasi bintang Gemini terletak di timur laut rasi bintang Orion.

Dua bintang paling terang di rasi ini yaitu Castor dan Pollux, yang mewakili kepala kembar Gemini.

----

Kuis!

Apa saja fenomena hujan meteor yang akan menutup tahun 2025?

Petunjuk: cek di halaman 1!

Lihat juga video ini, yuk!

----

Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo.