3 Januari Bumi Berada di Titik Terdekat dengan Matahari, Apa Dampaknya?
Bumi akan berada lebih dekat ke Maatahari pada tanggal 3 Januari 2026.
Namun perihelion tidak menyebabkan perubahan drastis pada musim yang dialami di Bumi.
Maka dari itu, meskipun Bumi berada dekat dengan Matahari pada awal tahun, negara-negara subtropis tetap mengalami musim dingin.
Hal yang dapat memengaruhi perubahan cuaca bukan jarak Bumi dengan Matahari, melainkan kemiringan sumbu Bumi.
Saat Bumi mengorbit Matahari, sumbu miringnya menyebabkan setiap belahan bumi secara bergantian condong ke arah atau menjauh dari Matahari.
Ini menyebabkan hari-hari menjadi lebih pendek, dan sinar Matahari tiba pada sudut yang dangkal, sehingga meningkatkan jumlah energi Matahari.
Orbit Elips
Bersumber dari NASA, orbit adalah suatu jalur berulang teratur yang menjadi tempat suatu objek mengelilingi objek lainnya.
Planet, komet, asteroid, dan benda langit lain di tata surya mengorbit matahari, bergerak sepanjang permukaan datar imajiner, disebut bidang ekliptika.
Hukum Kepler I berbunyi "Lintasan setiap planet ketika mengelilingi matahari, berbentuk elips, di mana matahari terletak pada salah satu fokusnya".
Johannes Kepler adalah orang yang pertama kali menganalisis tentang orbit dan menemukan bahwa orbit berbentuk elips.
Baca Juga: Purnama Pertama 2026, Besok Malam Akan Tampak Wolf Supermoon di Langit
Orbit planet dan benda langit berbentuk elips karena interaksi gravitasi antara planet dan matahari beserta dengan benda langit lainnya.
Dalam berputar mengelilingi matahari, asteroid berputar-putar hingga terkadang terjatuh tak tentu arah.