✕

Tidak Perlu Lari, Hewan Ini Keluarkan Bau Aneh untuk Melawan Predator

Grace Eirin, Iveta Rahmalia
Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Hewan punya beragam cara untuk melawan predator dan melindungi diri, salah satunya dengan menghasilkan bau.

Bobo.id - Setiap hewan punya cara unik untuk melindungi diri dari predator.

Dalam dunia sains, ini disebut adaptasi atau perubahan diri makhluk hidup (fungsi, atau struktur) agar sesuai atau dapat bertahan dalam kondisi lingkungannya.

Bertahan di habitat berarti menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan serta melindungi diri dari bahaya, termasuk predator.

Hewan tidak selalu melawan predator dengan cara berkelahi atau menyerang, lo.

Beberapa hewan justru memanfaatkan bau aneh di tubuhnya untuk membuat predator menghindar.

Apa saja hewan yang punya jenis adaptasi ini?

Yuk, simak!

Sigung

Sigung merupakan hewan mamalia omnivora yang tinggal di seluruh Amerika Utara dan Selatan.

Sigung memanfaatkan bau alami dari tubuhnya untuk mengusir predator.

Dalam kondisi terdesak, sigung akan menyemprotkan gas berbau dari kelenjar di dekat pangkal ekornya ke sumber bahaya.

Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Kumbang Kepik Bisa Hibernasi! Begini Caranya

Iklan tidak tersedia saat ini.

Bau busuk ini bisa tercium hingga jarak sekitar 3,6 meter, lo.

Jika predator tidak mundur saat sigung bersiap menyemprot, maka sigung akan mengarahkan semprotannya ke mata predator.

Musang

Musang termasuk ke dalam famili Mustelidae, berkerabat dengan sigung, cerpelai, dan berang-berang.

Sama seperti sigung, musang menggunakan sekresi kelenjar yang berbau busuk untuk berlindung dari predator.

Ketika dalam kondisi mendesak, mereka akan menyemprotkan gas tersebut ke segala arah.

Terkadang, bau gas ini juga digunakan oleh musang untuk menandai wilayah.

Kaki Seribu

Apakah teman-teman pernah melihat kaki seribu secara langsung?

Hewan mirip ulat namun berukuran lebih besar ini terkadang ditemukan dalam kondisi menggulung tubuhnya.

Hal ini dilakukan kaki seribu untuk berlindung dari gangguan.

Baca Juga: Hiu Tidak Bisa Bersuara, Lalu Bagaimana Cara Mereka Berinteraksi?

Setelah menggulung tubuhnya, kaki seribu akan mengeluarkan zat kimia berbau busuk dari kelenjar di sisi tubuhnya.

Hewan yang tidak sengaja terkena paparan zat kimia ini dapat mengalami iritasi atau perubahan warna kulit.

Kumbang Bombardier

Di alam liar, ada lebih dari 500 spesies kumbang tanah yang mampu menyemprotkan bahan kimia untuk melindungi diri.

Bahan kimia ini bersuhu panas dan berasal dari perut mereka.

Cairan mereka dapat disemprotkan dengan kecepatan mencapai 35 km/jam ke segala arah saat terancam.

Jika predator tidak sengaja terkena cairan tersebut, maka mata dan sistem pernapasan mereka akan mengalami iritasi.

----

Kuis!

Apa tujuan adaptasi makhluk hidup?

Petunjuk: cek di halaman 1!

Lihat juga video ini, yuk!

----

Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo.