Indonesia Jalur Migrasi Burung

By Syanne Ayuresta, Rabu, 24 Mei 2017 | 22:18 WIB
Sumber Foto: ilustrasi.net (Syanne Ayuresta)

Tidak hanya manusia yang bermigrasi. Ternyata burung juga bermigrasi. Burung bermigrasi ke daerah lain untuk mencari makan dan berkembang biak. Biasanya burung bermigrasi dari daerah dingin ke daerah yang lebih panas. Hari migrasi burung sedunia atau World Migratory Bird Day diperingati setiap tahun pada pekan kedua bulan Mei.

Indonesia jalur migrasi burung

Tiap tahunnya, ribuan burung bermigrasi ke bumi bagian selatan melalui dua jalur. Pertama, melaui jalur darat sebelah timur, yaitu dari tenggara Siberia melalui Tiongkok menuju semenanjung Malaysia. Lalu, mendarat di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, dan Lombok

Jalur kedua, melalui koridor pantai pasifik,  yaitu dari timur Rusia, melewati kepulauan Jepang dan Taiwan, lalu ke Filipina dan berhenti di wilayah Sunda Besar.

Hanya terbang siang hari

Dalam perjalanannya, burung-burung terbang hingga mencapai jarak 15.000 km dengan waktu 50-70 hari. Rombongan burung yang bermigrasi hanya terbang pada siang hari. Menjelang sore, mereka akan singgah di pulau terdekat untuk mencari makan dan beristirahat. Biasanya, mereka beristirahat  3 sampai 14 hari lamanya, kemudian kembali meneruskan perjalanan.

Terbang tinggi

Ada hal unik, para burung yang sedang bermigrasi memiliki jam internal untuk mendeteksi lokasi matahari dan magnet bumi. Saat suhu bumi panas, mereka akan terbang tinggi dan meluncur. Dengan terbang meluncur, hal ini dapat menghemat tenaga.

Lebih dari 50 jenis burung bermigrasi setiap tahunnya ke kawasan Asia Tenggara, 19 di antaranya singgah di Indonesia. Burung tersebut di antaranya sikep-madu asia, elang-alap cina, elang-alap nipon, baza hitam, elang kelabu, dan alap-alap kawah.

Ancaman

Indonesia dianggap sebagai salah satu jalur penting migrasi burung. Sayangnya, hutan di Indonesia terancam rusak akibat alih fungsi lahan dan kebakaran hutan.

Kalau hutan di Indonesia rusak, kemana burung-burung ini akan singgah?