Tradisi Menghitamkan Gigi di Jepang, Makin Hitam Makin Cantik

By Putri Puspita, Rabu, 28 Juni 2017 | 09:16 WIB
Ohaguro: menghitamkan gigi. Foto: flikcr.com (Putri Puspita)

Jepang memang salah satu negara yang memiliki berbagai macam keunikan tradisi. Salah satunya adalah ohaguro atau tradisi menghitamkan gigi. Hmmm… bagaimana ya tradisi ini dijalankan?

Tradisi Ohaguro

Ohaguro merupakan tradisi manghitamkan gigi. Ternyata gigi yang diselimuti warna hitam pekat merupakan simbol kecantikan budaya wanita Jepang. Eksistensi dari tradisi unik ini sudah bertahan lama sejak zaman Kofun (250-138 Masehi) hingga akhir abad ke-19.

Meski kepopulerannya bertahan lama, tradisi ini akhirnya hilang ketika zaman pemerintahan Meiji melarangnya pada tahun 1870. Larangan itu sebagai salah satu usaha untuk membuat negaranya jauh lebih modern.

Wanita Kerajaan

Sekitar abad ke-8 hingga ke-12, Ohaguro semakin populer karena dipraktikan oleh para wanita kerajaan dan bangsawan. Ternyata warna hitam pada gigi menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang, semakin hitam berarti wanita tersebut sudah beranjak dewasa.

Ternyata Ohaguro juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Ohaguro dipercaya mampu melindungi gigi dari berbagai kerusakan, seperti gigi berlubang.

Membuat Cairan Ohaguro

Cairan pelapis Ohaguro berasal dari asam asetat yang disebut Kanemizu. Cara membuatnya adalah dengan mencampur kurang lebih 1,5 liter air hangat dengan setengah cawan sake.

Campuran tersebut dimasukkan ke dalam loyang yang terbuat dari bahan besi dan dipanaskan hingga berwarna merah menyala. Kemudian campuran itu dibiarkan selama 5-6 hari. Buih akan bermunculan. Nah, buih itulah yang disisihkan, lalu dimasukkan ke dalam cawan kecil dan letakkan di dekat api.

Setelah dihangatkan, cairan tersebut dicampur dengan bubuk buah tanaman pohon nurude dan bubuk besi. Hasil dari campuran yang terakhir inilah yang kemudian dioleskan pada gigi secara merata. Apabila dioleskan secara rutin, maka warna hitam pada gigi bisa menjadi permanen atau tidak akan hilang.